Berapa Lama Makanan Dicerna? Ternyata Buah, Daging, hingga Gorengan Punya Waktu Berbeda

10 Agustus 2026 13:42
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi proses pencernaan makanan di dalam tubuh, mulai dari lambung hingga usus.

Sahabat.com - Pernah bertanya-tanya berapa lama makanan yang baru dimakan bertahan di dalam tubuh? Proses pencernaan ternyata tidak memiliki waktu yang sama untuk setiap makanan. Buah, sayuran, protein, hingga makanan berlemak dapat melewati lambung dengan kecepatan berbeda.

Pencernaan dimulai sejak makanan berada di mulut. Proses mengunyah dan air liur membantu memecah makanan sebelum masuk ke lambung. Di sana, makanan bercampur dengan asam dan enzim hingga berubah menjadi cairan kental yang disebut kimus.

Makanan kemudian bergerak ke usus halus, tempat sebagian besar zat gizi diserap. Sisa makanan masuk ke usus besar untuk menyerap air dan membentuk feses. Secara keseluruhan, perjalanan makanan dari mulut hingga keluar dari tubuh dapat berlangsung sekitar satu hingga tiga hari pada orang dewasa sehat.

Kecepatan pencernaan sangat dipengaruhi kandungan makanan. Karbohidrat sederhana cenderung lebih cepat dicerna, sementara protein membutuhkan waktu lebih lama. Lemak menjadi salah satu komponen yang paling memperlambat pengosongan lambung.

Buah yang kaya air, seperti semangka dan melon, umumnya lebih cepat melewati lambung. Sementara itu, telur, ikan, nasi, pasta, susu, dan biji-bijian membutuhkan waktu lebih lama. Kacang-kacangan, alpukat, daging merah, keju keras, makanan cepat saji, serta daging berlemak termasuk makanan yang cenderung membuat lambung bekerja lebih lama.

Namun, angka waktu pencernaan yang sering beredar di internet sebaiknya tidak dianggap sebagai hitungan pasti. Kecepatan pencernaan setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi usia, aktivitas fisik, asupan cairan, stres, obat-obatan, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Artikel Men's Fitness juga menyoroti mitos tentang food combining atau anggapan bahwa makanan tertentu harus dikonsumsi terpisah agar tidak “membusuk” di dalam lambung. Klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Lambung memiliki lingkungan yang sangat asam dan sistem pencernaan mampu mengolah karbohidrat, protein, serta lemak secara bersamaan.

Alih-alih terlalu fokus menghitung berapa menit makanan dicerna, menjaga kesehatan pencernaan lebih penting dilakukan dengan mengonsumsi serat yang cukup, minum air, aktif bergerak, mengunyah makanan dengan baik, menghindari makan berlebihan, serta menjaga tidur dan mengelola stres.

Jika muncul keluhan pencernaan terus-menerus, seperti kembung, nyeri perut, atau perubahan pola buang air besar, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment