Penting! Lima Langkah Sederhana untuk Mencegah Penularan Influenza A

08 Oktober 2026 12:14
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
Ilustrasi Pakai Masker (Kemenkes)

Sahabat.com -  Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, membeberkan bahwa risiko penularan influenza A dapat dikurangi dengan lima langkah sederhana.

"Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun," kata Andrew dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Pertama, kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kondisi kesehatan secara umum untuk membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem imun dengan baik.

Kedua, vaksinasi influenza dianjurkan dilakukan secara berkala, umumnya setiap tahun, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin dapat diperbarui mengikuti virus yang diperkirakan beredar. Perlindungan antibodi setelah vaksinasi juga dapat menurun seiring waktu.

Ketiga, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya itu turut menyarankan menggunakan masker saat berada dalam situasi berisiko, terutama di tempat ramai atau ruang tertutup.

"Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya," kata Andrew.

Keempat, etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan dengan tidak menutup hidung dan mulut menggunakan telapak tangan. Sebagai gantinya, dapat digunakan tisu sekali pakai yang segera dibuang ke tempat sampah atau menutup hidung dan mulut dengan bagian dalam siku atau lengan atas apabila tisu tidak tersedia.

Kelima, kebersihan tangan menjadi langkah lain yang perlu diperhatikan karena influenza juga dapat menular melalui tangan yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, terutama saat berada dalam jarak dekat. Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak di sana.

Berbeda dengan influenza biasa, gejala pada tipe A bukan sekadar batuk atau pilek biasa karena biasanya juga disertai demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat. Gejala tersebut umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Meski gejala influenza dapat sembuh dengan baik bagi sebagian orang, anak kecil terutama yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat dan komplikasi.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru. Selain gejala influenza, pneumonia dapat ditandai dengan sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Pada beberapa kelompok rentan seperti lansia atau pasien dengan gangguan sistem imun, gejala infeksi berat tidak selalu tampak khas.

Andrew mengatakan pemeriksaan influenza dapat menggunakan rapid antigen test dengan sampel yang diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring.

Pemeriksaan PCR atau pemeriksaan molekuler lainnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas lebih tinggi, terutama pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Sumber: ANTARA

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment