Jangan Langsung Buang Boarding Pass! Pakar Keamanan Ungkap Risiko yang Jarang Disadari Penumpang

16 Juli 2026 18:03
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Boarding pass dan paspor milik penumpang di bandara sebelum keberangkatan, yang menyimpan berbagai informasi pribadi dan data perjalanan.

Sahabat.com - Banyak orang menganggap boarding pass hanya berfungsi sebagai tiket masuk ke dalam pesawat. Padahal, selembar kartu tersebut menyimpan berbagai informasi penting tentang penumpang yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab jika jatuh ke tangan yang salah.

Selain memuat nomor kursi dan gerbang keberangkatan, boarding pass juga berisi identitas perjalanan, kode reservasi, kelas penerbangan, nomor urut naik pesawat, hingga barcode yang menyimpan data penumpang. Karena itulah, para pakar keamanan mengimbau agar boarding pass tidak langsung dibuang begitu perjalanan selesai.

Ahli keamanan siber Brian Krebs dari KrebsOnSecurity bersama sejumlah pakar perjalanan menyarankan penumpang untuk menghancurkan boarding pass berbahan kertas sebelum membuangnya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pelaku penipuan atau pencurian identitas. Mereka juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengunggah foto boarding pass ke media sosial karena barcode yang terlihat dapat mengandung informasi perjalanan yang sensitif.

Di dalam boarding pass terdapat sejumlah kode yang memiliki arti khusus. Salah satunya adalah PNR (Passenger Name Reference), yaitu kode unik yang menyimpan informasi reservasi penerbangan. Ada pula FQTV yang menunjukkan keanggotaan program loyalitas maskapai, SEQ yang merupakan nomor urutan naik pesawat, serta BCBP, yaitu barcode yang dipindai saat proses boarding.

Kode yang paling sering membuat penumpang cemas adalah SSSS (Secondary Security Screening Selection). Jika kode ini muncul, penumpang akan menjalani pemeriksaan keamanan tambahan, seperti pemeriksaan bagasi lebih rinci, pemeriksaan fisik, hingga sesi tanya jawab di pos pemeriksaan bandara.

Meski otoritas keamanan Amerika Serikat tidak menjelaskan secara rinci alasan seseorang mendapat kode SSSS, sejumlah faktor diduga dapat memicunya, seperti membeli tiket secara mendadak, menggunakan pembayaran tunai, melakukan penerbangan internasional satu arah, bepergian ke negara berisiko tinggi, hingga terpilih secara acak.

Karena menyimpan banyak informasi pribadi, boarding pass sebaiknya disimpan dengan aman selama perjalanan dan dihancurkan setelah tidak lagi digunakan. Alternatif lain yang lebih aman adalah menggunakan boarding pass digital melalui ponsel sehingga risiko penyalahgunaan data dapat diminimalkan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment