Jelajahi Cita Rasa Palembang, 9 Makanan Khas Ini Tak Kalah Lezat dari Pempek

23 Oktober 2026 13:48
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
Tekwan pakai mie instan (ANTARA/ M Imam Pramana)

Sahabat.com - Palembang, Sumatera Selatan, selama ini dikenal sebagai kota asal pempek yang menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia. Namun, kekayaan kuliner Kota Pempek tidak berhenti pada makanan berbahan dasar ikan dan sagu tersebut. Ada beragam hidangan tradisional lain yang memiliki cita rasa khas dan menarik untuk dicicipi wisatawan.

Mulai dari sup ikan dengan kuah kaldu udang, olahan ikan patin bercita rasa asam pedas, hingga martabak dengan kuah kari yang kaya rempah, kuliner Palembang menawarkan pilihan menu yang beragam. Tak ketinggalan, sejumlah kue tradisional bercita rasa manis juga kerap menjadi pilihan buah tangan.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Palembang, berikut sembilan makanan khas selain pempek yang layak masuk daftar wisata kuliner.

1. Tekwan, Sup Ikan dengan Kuah Kaldu Udang

Tekwan menjadi salah satu makanan khas Palembang yang banyak dikenal setelah pempek. Hidangan ini terdiri dari bulatan kecil adonan ikan dan sagu yang disajikan bersama bihun, jamur kuping, serta irisan bengkuang.

Keistimewaan tekwan terletak pada kuah kaldu udangnya yang gurih dan memiliki aroma khas. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan hidangan berkuah yang terasa ringan, tetapi tetap mengenyangkan.

Tekwan cocok dinikmati saat sarapan maupun sebagai menu makan siang. Bagi wisatawan yang ingin mencicipi olahan ikan khas Palembang dengan cara penyajian berbeda dari pempek, tekwan bisa menjadi pilihan.

2. Pindang Patin, Perpaduan Rasa Asam, Pedas, dan Gurih

Pindang patin merupakan hidangan khas Palembang yang mengandalkan ikan patin sebagai bahan utama. Ikan dimasak dalam kuah berbumbu dengan perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih.

Salah satu ciri yang kerap ditemukan pada pindang patin adalah tambahan potongan nanas. Buah tersebut memberikan sentuhan rasa segar yang berpadu dengan bumbu rempah dan karakter ikan patin yang lembut.

Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi putih hangat. Cita rasanya yang kuat menjadikan pindang patin pilihan menarik bagi pencinta kuliner Nusantara, terutama mereka yang menyukai masakan ikan dengan kuah berbumbu.

3. Mi Celor, Mi Tebal dengan Kuah Kental

Mi celor menjadi kuliner khas Palembang yang memiliki karakter berbeda dari sajian mi pada umumnya. Hidangan ini menggunakan mi kuning berukuran besar atau tebal yang disajikan dengan kuah kental berbahan kaldu udang dan santan.

Sebagai pelengkap, mi celor biasanya disajikan bersama tauge, telur rebus, dan udang. Kuahnya yang gurih dengan aroma udang menjadi daya tarik utama hidangan ini.

Mi celor cocok dijadikan menu sarapan maupun makan siang. Wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner Palembang sebaiknya tidak melewatkan sajian ini karena menawarkan perpaduan mi, seafood, dan kuah rempah dalam satu hidangan.

4. Laksan, Pempek dengan Kuah Santan Berempah

Laksan memperlihatkan bagaimana adonan ikan khas Palembang dapat diolah menjadi hidangan yang berbeda. Makanan ini menggunakan potongan tebal pempek lenjer yang kemudian disiram kuah santan berwarna kemerahan.

Kuah laksan memiliki cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Berbeda dari pempek yang umumnya disajikan dengan cuko bercita rasa asam manis pedas, laksan menawarkan sensasi kuah santan yang lebih kaya.

Hidangan ini cocok bagi pencinta makanan berbumbu kuat. Laksan juga bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang sudah familier dengan pempek, tetapi ingin mencoba sajian lain berbahan dasar ikan.

5. Celimpungan, Bola Ikan dengan Kuah Kari Santan

Selain laksan, ada pula celimpungan yang menggunakan adonan ikan dan sagu sebagai bahan utamanya. Adonan tersebut dibentuk menjadi bulatan pipih, lalu disajikan dengan kuah santan kuning yang kaya rempah.

Kuah celimpungan memiliki karakter menyerupai kuah kari, dengan tekstur yang gurih dan aroma bumbu yang kuat. Perpaduan adonan ikan dengan kuah santan membuat makanan ini terasa berbeda dari pempek yang disajikan bersama cuko.

Celimpungan dapat menjadi pilihan untuk sarapan atau hidangan utama. Bagi wisatawan yang menyukai kuliner tradisional bersantan, sajian ini patut dicoba saat berkunjung ke Palembang.

6. Model, Olahan Ikan dengan Isian Tahu

Model merupakan kuliner Palembang yang sekilas mirip tekwan karena sama-sama disajikan dengan kuah kaldu udang. Perbedaannya terletak pada bentuk dan isiannya.

Model umumnya dibuat dari adonan ikan dan sagu yang membungkus tahu goreng. Setelah matang, hidangan dipotong-potong dan disajikan dengan kuah kaldu, biasanya bersama pelengkap seperti bihun, jamur kuping, atau irisan bengkuang.

Tekstur adonan ikan yang kenyal berpadu dengan tahu yang lembut, sementara kuahnya memberikan rasa gurih. Model menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner berkuah khas Palembang selain tekwan.

7. Burgo, Gulungan Tepung dengan Kuah Ikan Gabus

Burgo merupakan makanan tradisional Palembang yang memiliki tampilan unik. Hidangan ini dibuat dari adonan tepung beras dan sagu yang dimasak menjadi lembaran tipis, kemudian digulung dan dipotong-potong.

Potongan burgo selanjutnya disiram kuah santan gurih yang umumnya menggunakan kaldu ikan gabus. Perpaduan tekstur lembut burgo dan kuah berbumbu menghasilkan hidangan dengan cita rasa khas.

Burgo cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner tradisional Palembang yang berbeda dari olahan ikan berbentuk bola atau potongan seperti pempek dan laksan.

8. Martabak HAR, Martabak Telur dengan Kuah Kari

Martabak HAR merupakan salah satu kuliner populer yang memiliki identitas kuat di Palembang. Nama HAR merujuk pada Haji Abdul Rozak, tokoh yang dikenal dalam sejarah kuliner martabak tersebut.

Martabak ini umumnya dibuat dari kulit tipis berisi telur ayam atau bebek, kemudian disajikan dengan kuah kari yang kaya rempah. Pada sejumlah penyajian, kuahnya juga dilengkapi potongan kentang atau daging sesuai menu yang tersedia.

Perpaduan kulit martabak yang gurih dengan kuah kari menghasilkan rasa yang khas. Martabak HAR bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan gurih dengan karakter berbeda dari makanan berbahan ikan.

9. Kue Maksuba dan Kue Delapan Jam, Oleh-Oleh Manis Khas Palembang

Tak hanya makanan utama, Palembang juga memiliki kue tradisional yang menarik untuk dicicipi maupun dijadikan buah tangan. Dua di antaranya adalah kue maksuba dan kue delapan jam.

Kue maksuba dikenal dengan teksturnya yang padat, lembut, legit, dan bercita rasa manis. Kue ini umumnya menggunakan banyak telur bebek, susu kental manis, serta bahan lain sesuai resep keluarga atau pembuatnya. Proses pembuatannya dilakukan berlapis-lapis sehingga membutuhkan ketelitian.

Sementara itu, kue delapan jam merupakan kue tradisional yang dikenal karena proses pemanggangannya yang lama. Sesuai namanya, kue ini secara tradisional dimasak selama berjam-jam untuk menghasilkan tekstur lembut, padat, dan rasa manis yang khas.

Kedua kue tersebut sering dikaitkan dengan sajian istimewa dalam tradisi masyarakat Palembang. Wisatawan bisa mempertimbangkannya sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment