Penumpang Rusuh Terancam Diblokir Seumur Hidup, Inggris Siapkan Daftar Hitam untuk Semua Maskapai

03 Juni 2026 13:59
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi penumpang pesawat. Inggris berencana menerapkan daftar hitam nasional bagi penumpang yang berperilaku mengganggu selama penerbangan.

Sahabat.com - Pemerintah Inggris melalui Department for Transport dan Home Office dikabarkan sedang membahas pembentukan daftar hitam nasional bagi penumpang bermasalah. Kebijakan ini memungkinkan maskapai berbagi data penumpang yang pernah membuat kerusuhan selama penerbangan, terutama akibat konsumsi alkohol berlebihan.

Langkah tersebut muncul setelah sejumlah insiden yang mengganggu keselamatan penerbangan. Di Amerika Serikat, misalnya, sebuah penerbangan United Airlines terpaksa dialihkan setelah seorang penumpang berusia 75 tahun beberapa kali mencoba menerobos kokpit. Dalam kasus lain, pesawat Frontier Airlines yang menuju Chicago harus mendarat darurat di Miami karena seorang penumpang berusaha membuka pintu pesawat saat masih mengudara.

Data Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan kasus gangguan penerbangan akibat perilaku mengancam atau kekerasan dari penumpang meningkat hampir 80 persen dibandingkan tahun 2021.

Jika aturan baru di Inggris benar-benar diterapkan, pelanggar berulang bisa menghadapi larangan terbang seumur hidup di seluruh maskapai yang beroperasi dari Inggris. Usulan ini mendapat dukungan dari sejumlah maskapai, termasuk Jet2 dan Ryanair, yang mengaku semakin sering menghadapi insiden terkait alkohol di dalam pesawat.

Dalam pernyataannya, Jet2 mengatakan, “Kami mendorong pembentukan basis data nasional sehingga penumpang yang mengganggu tidak hanya dilarang terbang bersama kami, tetapi juga bersama maskapai Inggris lainnya.”

Sementara itu, CEO Airlines UK, Tim Alderslade, menegaskan bahwa mayoritas penumpang tidak seharusnya dirugikan oleh segelintir orang yang bertindak tidak tertib. Ia menyatakan, “Langkah tambahan untuk kasus gangguan paling serius, termasuk pembentukan daftar larangan nasional, merupakan tahap penting berikutnya untuk memastikan segelintir penumpang tidak mengganggu perjalanan udara bagi mayoritas masyarakat.”

Hingga kini, pemerintah Inggris belum mengumumkan secara resmi kapan kebijakan tersebut akan diterapkan. Namun, wacana ini menjadi sinyal kuat bahwa perilaku tidak tertib di pesawat dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih berat dibanding sebelumnya.

0 Komentar

Berita Terkait

11 Hotel Tertua di Dunia

  • 1 bulan lalu
  • 0
  • 0
Leave a comment