Resign dari Pegawai Bank, Wanita Ini Jadi Pemetik Buah di Australia Digaji Rp300 Ribu Per Jam

12 Oktober 2026 12:55
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
Resign dari Pegawai Bank, Wanita Ini Jadi Pemetik Buah di Australia Digaji Rp300 Ribu Per Jam (folksped)

Sahabat.com - Merianti, lulusan Manajemen dari salah satu universitas di Pontianak, Kalimantan Barat, memilih menempuh jalur karier yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Alih-alih langsung bekerja di bidang yang sesuai dengan gelar akademiknya, ia mencoba peruntungan di Australia melalui program Working Holiday Visa (WHV).

Selama sekitar satu setengah tahun tinggal dan bekerja di Australia, Merianti telah menjajal berbagai jenis pekerjaan. Mulai dari menjadi pelayan restoran (waitress), mencuci piring, bekerja di gudang, hingga memetik buah seperti apel dan raspberry.

Pengalaman tersebut membawanya beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda dari Indonesia. Kini, Merianti disebut bekerja sebagai penyortir buah dengan penghasilan yang dapat mencapai sekitar Rp300 ribu per jam.

Angka tersebut menarik perhatian karena menunjukkan potensi penghasilan dari pekerjaan sektor tertentu di Australia. Namun, jumlah yang diterima pekerja dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis pekerjaan, ketentuan upah, jam kerja, serta kondisi dan sistem pembayaran yang berlaku.

Dari Lulusan Manajemen hingga Memetik Apel dan Raspberry

Latar belakang pendidikan Manajemen tidak membatasi Merianti untuk mencoba pekerjaan di luar bidang studinya. Selama berada di Australia, ia menjalani pekerjaan yang menuntut keterampilan praktis dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Pengalaman sebagai pelayan restoran dan pencuci piring memperkenalkannya pada pekerjaan di sektor layanan makanan. Sementara itu, pekerjaan di gudang dan kegiatan memetik buah memberinya pengalaman di sektor logistik serta pertanian.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut tentu memiliki tantangan masing-masing. Bekerja di lingkungan yang berbeda juga menuntut kesiapan menghadapi ritme kerja, aturan tempat kerja, serta kebiasaan yang mungkin tidak sama dengan di Indonesia.

Dari perjalanan itu, Merianti mendapatkan pengalaman profesional yang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga proses beradaptasi dan mengenal berbagai bidang kerja.

Penghasilan Penyortir Buah Bisa Capai Rp300 Ribu per Jam

Saat ini, Merianti disebut bekerja sebagai penyortir buah dengan penghasilan yang dapat mencapai sekitar Rp300 ribu per jam.

Pekerjaan penyortiran buah umumnya melibatkan pemeriksaan kualitas, pemisahan berdasarkan ukuran atau kondisi, serta memastikan buah memenuhi standar sebelum dikemas atau didistribusikan.

Meski nominal penghasilan tersebut terlihat menjanjikan, angka itu tidak otomatis menggambarkan pendapatan bersih yang diterima setiap pekerja. Besarannya perlu dilihat bersama jumlah jam kerja, konsistensi ketersediaan pekerjaan, pajak, biaya hidup, dan pengeluaran lain selama tinggal di Australia.

Informasi mengenai lokasi kerja Merianti, sistem pembayaran, jumlah jam kerja, serta apakah angka tersebut merupakan penghasilan kotor atau bersih belum tersedia dalam materi yang diberikan.

Karena itu, pengalaman Merianti dapat menjadi gambaran peluang kerja di luar negeri, tetapi bukan jaminan bahwa setiap peserta WHV akan memperoleh penghasilan serupa.

Mengenal Working Holiday Visa (WHV)

Working Holiday Visa merupakan skema visa yang memungkinkan warga negara dari negara yang memenuhi persyaratan untuk berkunjung sekaligus bekerja sementara di negara tujuan. Di Australia, ketentuan WHV bergantung pada jenis visa, kewarganegaraan, dan persyaratan yang berlaku.

Bagi peserta yang memenuhi syarat, program ini dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, mengenal budaya baru, dan mengembangkan kemampuan beradaptasi.

Namun, calon pekerja tetap perlu memahami ketentuan visa, hak ketenagakerjaan, sistem pengupahan, serta biaya hidup sebelum berangkat. Informasi resmi mengenai kelayakan dan persyaratan visa perlu diperiksa melalui situs imigrasi Australia karena tidak semua orang otomatis memenuhi kriteria program tersebut.

Perjalanan Karier Tak Selalu Harus Linear

Kisah Merianti memperlihatkan bahwa perjalanan setelah lulus kuliah dapat mengambil berbagai arah. Ada lulusan yang memilih bekerja sesuai jurusan, melanjutkan pendidikan, membangun usaha, maupun mencari pengalaman melalui pekerjaan di sektor lain.

Gelar akademik tetap menjadi bekal penting, tetapi pengalaman langsung di dunia kerja juga dapat membantu seseorang mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, dan kemampuan menghadapi tantangan baru.

Bagi Merianti, bekerja di Australia menjadi bagian dari perjalanan hidup sekaligus pengalaman profesional yang mempertemukannya dengan beragam jenis pekerjaan.

Pada akhirnya, perjalanan karier tidak selalu harus berjalan lurus sesuai bidang pendidikan. Yang tidak kalah penting adalah memahami peluang yang tersedia, mempersiapkan diri dengan baik, serta mempertimbangkan risiko dan kebutuhan sebelum mengambil keputusan.

 

Dilansir: Folksped

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment