Sahabat.com - Menonton pertandingan olahraga ternyata bukan sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang. Di balik sorak-sorai dan ketegangan saat menyaksikan tim kesayangan bertanding, aktivitas ini ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental.
Sejumlah psikolog menyebut, menonton olahraga dapat meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi kesepian karena menciptakan koneksi sosial serta rasa memiliki terhadap kelompok. Bahkan, dukungan terhadap sebuah tim dapat menghadirkan apa yang disebut sebagai “tribalisme sehat”, yakni rasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar tanpa harus mengenal semua orang di dalamnya.
Psikoterapis Katie Rose mengatakan, sejumlah penelitian observasional menunjukkan orang yang menonton olahraga cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menonton olahraga.
“Manusia adalah makhluk sosial. Kita berkembang ketika merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri, dan olahraga dapat memberikan bentuk tribalisme yang sehat,” kata Rose.
Psikolog klinis Michael G. Wetter menambahkan, olahraga bukan pengganti terapi kesehatan mental. Namun, aktivitas tersebut dapat mendukung kesejahteraan psikologis karena menciptakan pengalaman bersama.
“Bahkan ketika kita menonton sendirian, kita tetap merasa terhubung dengan orang-orang yang mengalami naik-turunnya emosi yang sama,” ujar Wetter.
Menonton pertandingan juga bisa menjadi jeda dari rutinitas dan stres sehari-hari. Saat fokus tertuju pada pertandingan, perhatian untuk sementara teralihkan dari kekhawatiran dan pikiran yang berulang. Rasa antusias, harapan, hingga kegembiraan yang muncul dalam batas wajar dapat membantu memperbaiki suasana hati.
Selain itu, jadwal pertandingan memberikan sesuatu yang bisa dinantikan. Menunggu pertandingan pada akhir pekan atau babak playoff dapat menciptakan ritme positif dalam kehidupan dan memberikan pengalaman menyenangkan sebelum pertandingan dimulai.
Menariknya, kekalahan juga memiliki manfaat psikologis. Rasa kecewa setelah tim kesayangan kalah dapat menjadi latihan sederhana untuk menghadapi kegagalan. Penggemar belajar bahwa kekecewaan akan berlalu dan selalu ada pertandingan berikutnya.
Meski demikian, menonton olahraga tetap perlu dilakukan secara seimbang. Jika hasil pertandingan menentukan seluruh suasana hati, mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau memicu perilaku agresif dan perjudian berlebihan, aktivitas tersebut justru dapat menjadi sumber stres.
Karena itu, menikmati olahraga dalam batas wajar dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendapatkan hiburan, membangun koneksi sosial, sekaligus menjaga kesehatan mental.
0 Komentar
10 Negara Bagian AS dengan Usia Harapan Hidup Terpendek
Peneliti Ungkap Kebiasaan Tidur Ini Bisa Membuat Wanita Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama
Sulit Tidur Setelah Usia 50? Ini 9 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Tidur Lebih Nyenyak Menurut Ahli
Tren Morning Flow Viral di TikTok, Cuma 5 Menit Setiap Pagi Bisa Bikin Tubuh Lebih Segar
Leave a comment