Ini Tips Menegur Anak dengan Baik agar Pesan Mudah Diterima

01 November 2026 15:15
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
ilustrasi ibu dan anak

Sahabat.com - Menegur anak merupakan bagian penting dalam proses mendidik. Namun, cara menyampaikan teguran juga perlu diperhatikan agar anak memahami kesalahannya tanpa merasa dipermalukan atau kehilangan rasa aman.

Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh dengan perilaku yang baik. Ketika anak melakukan kesalahan, teguran memang diperlukan. Namun, membentak atau menggunakan kata-kata kasar belum tentu membuat anak memahami apa yang telah dilakukannya.

Berikut beberapa tips menegur anak dengan cara yang lebih baik.

1. Tenangkan Diri Terlebih Dahulu

Saat melihat anak melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya tidak langsung menegur dalam keadaan emosi. Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri agar teguran tidak berubah menjadi luapan kemarahan.

2. Jelaskan Kesalahan Anak

Jangan hanya mengatakan, “Jangan begitu!” tanpa penjelasan. Beri tahu anak perilaku apa yang salah dan mengapa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.

Dengan begitu, anak dapat lebih mudah memahami alasan di balik aturan yang diberikan.

3. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Sesuaikan cara berbicara dengan usia anak. Gunakan kalimat sederhana, jelas, dan tidak berbelit-belit agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti.

4. Tegur Perilakunya, Bukan Label Anak

Hindari memberikan label seperti “nakal” atau “bodoh”. Fokuslah pada tindakan yang dilakukan.

Misalnya, daripada mengatakan “Kamu anak nakal!”, orang tua bisa mengatakan, “Tindakan itu tidak boleh karena bisa menyakiti orang lain.”

5. Hindari Mempermalukan Anak

Jika memungkinkan, tegur anak secara pribadi. Menegur atau memarahi anak di depan banyak orang dapat membuatnya merasa malu dan tertekan.

6. Dengarkan Penjelasan Anak

Setelah menegur, beri anak kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi. Bisa saja terdapat alasan atau situasi yang belum diketahui oleh orang tua.

Mendengarkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi membantu memahami situasi dengan lebih baik.

7. Ajarkan Cara Memperbaiki Kesalahan

Teguran sebaiknya tidak berhenti pada menunjukkan kesalahan. Bantu anak memahami apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tindakannya.

Misalnya, jika anak merusak barang milik temannya, ajak ia untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
 

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment