Benarkah Brain Games Bisa Cegah Pikun? Fakta Sains Ini Bikin Kaget!

06 Mei 2026 14:52
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang memainkan permainan otak digital untuk melatih daya ingat dan konsentrasi.

Sahabat.com - Permainan otak atau brain games kini jadi bagian gaya hidup modern, terutama bagi mereka yang ingin tetap tajam secara mental seiring bertambahnya usia. Mulai dari teka-teki silang harian, Sudoku, hingga aplikasi digital, semuanya dipercaya mampu menjaga daya ingat, kemampuan berpikir, hingga kecepatan memproses informasi. Industri ini bahkan bernilai miliaran dolar, menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat.

Namun, sains menunjukkan fakta yang tidak selalu sejalan dengan klaim tersebut. Penelitian menemukan bahwa permainan otak memang dapat meningkatkan kemampuan dalam permainan itu sendiri, tetapi tidak selalu berdampak signifikan pada fungsi kognitif dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, jago Sudoku belum tentu membuat Anda lebih mudah mengingat daftar belanja.

Seiring bertambahnya usia, otak manusia memang mengalami penyusutan. Setelah usia 40 tahun, volume otak bisa berkurang sekitar 5% setiap dekade, dan lebih cepat setelah usia 70 tahun. Bagian seperti korteks prefrontal yang berperan dalam pengambilan keputusan serta hipokampus yang penting untuk memori menjadi area yang paling terdampak. Inilah yang menyebabkan lansia sering mengalami kesulitan fokus, multitasking, hingga mengingat nama.

Meski begitu, para ahli tetap menyarankan untuk tetap aktif secara mental. “Otak adalah organ, dan jika tidak digunakan, terutama saat menua, ia bisa mulai menyusut,” ujar Ian McDonough, PhD. Ia menambahkan, “Jika saya sering bermain Tetris, saya akan lebih jago Tetris. Tapi itu tidak berarti saya akan lebih mudah mengingat sesuatu dalam kehidupan nyata.”

Elizabeth Stine-Morrow, PhD, juga menegaskan bahwa tidak ada solusi instan. “Tidak ada keajaiban. Kehidupan sehari-hari justru memberikan stimulasi yang jauh lebih kompleks dibandingkan permainan otak,” katanya.

Kunci utamanya adalah memilih aktivitas yang menantang, baru, dan menyenangkan. Tantangan yang tepat dapat membantu otak beradaptasi dan menciptakan koneksi baru. Selain itu, konsistensi juga penting—idealnya dilakukan beberapa kali dalam seminggu selama sekitar 30 menit.

Tak kalah penting, gaya hidup sehat tetap menjadi fondasi utama. Olahraga rutin, pola makan seimbang, tidur cukup, dan interaksi sosial terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga kesehatan otak dibanding hanya mengandalkan permainan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment