Terobosan Tak Terduga! Guru Gitar Ini Ciptakan Terapi Unik untuk Penderita Parkinson, Hasilnya Bikin Haru

30 April 2026 14:38
Penulis: Alamsyah, lifestyle
James Lenger menunjukkan metode bermain gitar khusus yang membantu penderita Parkinson melatih gerakan tangan dan koordinasi.

Sahabat.com - Seorang guru gitar asal Michigan, James Lenger, menghadirkan inovasi tak biasa di dunia kesehatan dan musik. Ia meluncurkan program terapi okupasi berbasis gitar bernama Theraplaying, yang dirancang khusus untuk membantu penderita Parkinson tetap aktif dan terampil dalam menggerakkan tubuh mereka. Program ini berlangsung selama 12 minggu dan fokus pada latihan memetik gitar secara bertahap.

Ide ini berawal dari temuannya sebelumnya, Strum Perfect, sebuah alat tambahan pada gitar yang membantu menstabilkan gerakan tangan saat memetik. Tanpa diduga, inovasi tersebut justru memberikan dampak besar bagi penderita Parkinson. “Ini sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan lima tahun lalu,” ungkap Lenger mengenai penemuannya yang awalnya tidak direncanakan.

Parkinson sendiri merupakan gangguan sistem saraf progresif yang menyebabkan tremor, kekakuan, serta masalah keseimbangan. Dalam praktiknya, Lenger melihat langsung bagaimana bermain gitar dapat membantu meningkatkan memori otot, terutama bagi pasien tahap awal. “Untuk mereka yang baru belajar gitar atau berada di tahap awal Parkinson, ini sangat membantu dalam membangun muscle memory,” jelasnya.

Salah satu muridnya, Brian, merasakan perubahan signifikan setelah mengikuti latihan ini. Ia mengaku bahwa aktivitas bermain gitar membantu mengembalikan kelincahan jari-jarinya. “Awalnya terlihat dari tulisan tangan saya, tapi sekarang saya melatih gerakan halus jari agar kembali aktif,” katanya.

Program ini juga mendapat perhatian dari kalangan medis. Lenger bekerja sama dengan sejumlah dokter, termasuk Dr. Naresh Punjabi dari University of Miami, untuk meneliti manfaat terapi musik terhadap gangguan gerak. Punjabi menyebut bahwa pendekatan ini memiliki potensi besar, khususnya bagi pasien dengan kondisi ringan hingga sedang. “Kami mungkin tidak bisa membalikkan penyakit berat, tetapi pada tahap ringan hingga menengah, ada peluang untuk memberikan perubahan,” ujarnya.

Ke depan, Lenger berharap metode ini bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya untuk Parkinson tetapi juga bagi penderita multiple sclerosis dan pasien stroke. Baginya, perjalanan ini menjadi pengalaman paling bermakna dalam hidupnya karena mampu membantu banyak orang melalui musik.

0 Komentar

Berita Terkait

Cara Mudah Jaga Kesehatan Otak

  • 1 minggu lalu
  • 0
  • 0
Leave a comment