Rahasia Awet Bugar Setelah Usia 40 Tahun, Metode Hybrid Training Jadi Tren Kebugaran yang Meledak

12 Juni 2026 12:44
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang melakukan latihan beban dan kardio sebagai bagian dari program hybrid training untuk menjaga kesehatan dan kebugaran setelah usia 40 tahun.

Sahabat.com - Tren kebugaran terus berkembang, namun satu metode latihan yang kini sedang naik daun adalah hybrid training. Dalam setahun terakhir, minat masyarakat terhadap hybrid training melonjak hingga 598 persen. Metode ini menjadi pilihan banyak orang yang ingin membangun massa otot sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh tanpa harus memilih salah satunya.

Selama bertahun-tahun, para pencinta olahraga biasanya terbagi dalam dua kelompok, yakni mereka yang fokus pada latihan beban untuk membentuk otot dan meningkatkan kekuatan, serta mereka yang mengutamakan olahraga kardio seperti lari atau bersepeda untuk melatih stamina. Kini, hybrid training hadir sebagai solusi yang menggabungkan keduanya dalam satu program latihan.

Popularitas hybrid training juga didukung oleh penelitian yang semakin menyoroti pentingnya kombinasi latihan kekuatan dan aerobik. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2023 menemukan bahwa orang dewasa yang rutin melakukan kedua jenis latihan tersebut memiliki risiko kematian akibat berbagai penyebab yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya melakukan salah satunya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang sebaiknya dilakukan lebih dulu, latihan beban atau kardio? Pelatih kebugaran bersertifikat Bruno Pontes menjelaskan bahwa jawabannya bergantung pada tujuan utama masing-masing individu.

“Jika tujuan utama Anda adalah meningkatkan kekuatan atau menurunkan lemak tubuh, sebaiknya lakukan latihan beban terlebih dahulu,” ujar Pontes. Menurutnya, melakukan kardio di awal dapat membuat otot lebih cepat lelah sehingga performa saat mengangkat beban berpotensi menurun.

Namun, bagi mereka yang sedang mempersiapkan lomba lari 10 kilometer, half marathon, atau balap sepeda, latihan kardio lebih dulu dinilai lebih efektif karena membutuhkan kondisi tubuh yang masih segar dan energi yang optimal.

Meski menawarkan banyak manfaat, Pontes mengingatkan masyarakat agar tidak langsung meniru jadwal latihan ekstrem yang sering beredar di media sosial. Ia menyarankan dua hingga tiga sesi hybrid training per minggu sudah cukup untuk memberikan hasil yang signifikan. Selain itu, waktu pemulihan, kualitas tidur, dan asupan nutrisi yang tepat tetap menjadi faktor penting untuk mendukung hasil latihan.

Pada akhirnya, hybrid training bukan sekadar tren kebugaran sesaat. Kombinasi latihan kekuatan dan kardio dapat menjadi cara cerdas untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Konsistensi dan keseimbangan tetap menjadi kunci utama dibandingkan mengejar intensitas latihan yang berlebihan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment