Sebelum Ada Internet, Anak Era 70-an Tumbuh dengan Mitos-Mitos yang Kini Terbantahkan

10 Juli 2026 17:35
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi anak era 1970-an yang tumbuh tanpa internet, ketika berbagai mitos dan cerita dari orang dewasa atau teman sebaya mudah dipercaya sebagai fakta.

Sahabat.com - Tumbuh pada era 1970-an berarti menjalani masa kecil tanpa internet dan mesin pencari. Saat itu, informasi lebih sering datang dari kakak, teman bermain, atau cerita orang dewasa yang belum tentu benar. Karena sulit memverifikasi kebenarannya, banyak mitos akhirnya dipercaya selama bertahun-tahun.

Salah satu yang paling populer adalah anggapan bahwa permen karet yang tertelan akan bertahan di dalam perut selama tujuh tahun. Ada pula mitos bahwa kebiasaan membunyikan ruas jari dapat menyebabkan radang sendi atau arthritis. Faktanya, hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara kedua hal tersebut.

Anak-anak era 70-an juga sering diperingatkan agar tidak duduk terlalu dekat dengan televisi karena dianggap bisa merusak mata secara permanen. Mitos lainnya mengatakan seseorang harus menunggu 30 menit hingga satu jam setelah makan sebelum berenang agar tidak tenggelam akibat kram.

Tak kalah unik, banyak anak percaya biji semangka yang tertelan akan tumbuh menjadi tanaman di dalam perut. Ada juga anggapan bahwa induk burung akan meninggalkan anaknya jika disentuh manusia karena mencium bau manusia, padahal sebagian besar burung tidak bereaksi seperti itu.

Cerita lain yang populer adalah seseorang bisa menggali lubang hingga menembus China, rumor bahwa bintang iklan sereal Mikey meninggal setelah mengonsumsi Pop Rocks dan soda, serta ancaman "catatan permanen" di sekolah yang konon akan memengaruhi masa depan hingga dunia kerja.

Yang paling membekas adalah ketakutan terhadap pasir hisap. Film dan acara televisi saat itu membuat banyak anak yakin bahwa pasir hisap merupakan ancaman besar saat dewasa, padahal sebagian besar orang tidak pernah menemuinya sepanjang hidup.

Mitos-mitos ini menjadi bagian dari nostalgia masa kecil sekaligus gambaran bagaimana informasi mudah dipercaya pada masa ketika fakta belum bisa diperiksa hanya dalam hitungan detik.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment