Anak di Bawah 2 Tahun Sering Main Gadget? Studi Ungkap 9 Risiko Serius untuk Tumbuh Kembang

06 Juli 2026 16:56
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi balita menggunakan tablet atau ponsel. Penelitian terbaru menyebut paparan gadget sebelum usia dua tahun berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.

Sahabat.com - Penggunaan ponsel dan tablet kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan bagi bayi dan balita. Tak sedikit orang tua memanfaatkan gadget untuk menghibur anak saat makan, bepergian, atau ketika sedang sibuk. Namun, penelitian terbaru dari sejumlah universitas di Inggris mengingatkan bahwa kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, terutama sebelum anak berusia dua tahun.

Para peneliti menyebut paparan layar secara rutin pada usia dini dapat meningkatkan berbagai risiko terhadap tumbuh kembang anak. Menurut mereka, interaksi langsung dengan orang tua, aktivitas fisik, dan waktu bermain jauh lebih penting dibandingkan paparan layar digital.

Studi tersebut menemukan sembilan dampak yang paling sering muncul. Risiko pertama adalah gangguan tidur karena cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur. Akibatnya, anak lebih sulit tidur dan kualitas istirahatnya menurun.

Paparan gadget juga dikaitkan dengan keterlambatan kemampuan berbicara. Anak belajar bahasa melalui komunikasi dan interaksi dengan orang tua, sehingga waktu yang terlalu banyak di depan layar dapat mengurangi kesempatan tersebut.

Selain itu, anak berpotensi mengalami masalah perilaku seperti mudah marah, sulit fokus, dan rentang perhatian yang lebih pendek. Kebiasaan duduk terlalu lama saat menggunakan gadget juga meningkatkan risiko obesitas karena mengurangi aktivitas fisik.

Tak hanya itu, penelitian ini menyoroti meningkatnya risiko rabun jauh atau miopia akibat mata terlalu lama fokus pada layar. Kemampuan bersosialisasi pun bisa terganggu karena anak kehilangan kesempatan belajar mengenali ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa penggunaan gadget dapat mengurangi kualitas interaksi antara orang tua dan anak. "Paparan layar sebelum usia dua tahun dapat menimbulkan berbagai risiko perkembangan yang perlu menjadi perhatian orang tua," ungkap tim peneliti dalam laporannya.

Anak yang terbiasa mencari hiburan atau ketenangan melalui gadget juga lebih berisiko mengalami ketergantungan pada layar di kemudian hari. Di sisi lain, waktu bermain aktif yang penting untuk melatih koordinasi, kekuatan otot, dan kemampuan motorik ikut berkurang.

Karena itu, para ahli menyarankan orang tua membatasi penggunaan gadget pada anak usia dini dan lebih banyak mengajak mereka bermain, berbicara, membaca buku, serta berinteraksi secara langsung demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment