Obat Jerawat Ini Viral, Benarkah Spironolactone Ampuh Atasi Acne Hormonal?

03 Juli 2026 13:13
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi obat spironolactone yang kini semakin banyak digunakan sebagai terapi jerawat hormonal pada wanita dewasa.

Sahabat.com - Spironolactone tengah menjadi salah satu obat jerawat yang paling banyak dibicarakan, terutama di media sosial. Awalnya, obat ini disetujui sebagai diuretik untuk membantu mengeluarkan kelebihan garam dan cairan dari tubuh. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, spironolactone semakin banyak direkomendasikan dokter kulit sebagai terapi untuk mengatasi jerawat hormonal, khususnya pada wanita dewasa.

Popularitasnya bukan sekadar tren. Penelitian SAFA (Spironolactone for Adult Female Acne) yang melibatkan 410 wanita di Inggris pada 2023 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi spironolactone mengalami perbaikan kondisi kulit yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok plasebo. Efek samping yang muncul pun tergolong ringan, seperti sakit kepala atau pusing ringan.

Spironolactone bekerja dengan menghambat reseptor androgen, hormon yang memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Produksi minyak yang terkendali membantu mengurangi pori-pori tersumbat dan peradangan, dua penyebab utama munculnya jerawat hormonal yang umumnya muncul di area dagu dan garis rahang, terutama menjelang menstruasi.

Hasil penelitian lain di Prancis bahkan menunjukkan spironolactone mampu bersaing dengan antibiotik doxycycline dalam mengatasi jerawat wanita dewasa. Sementara itu, tinjauan Mayo Clinic terhadap 395 pasien menemukan sekitar dua pertiga pasien mengalami kulit bersih, sedangkan 85 persen lainnya mengalami perbaikan lebih dari 50 persen.

Meski demikian, spironolactone bukanlah obat yang menyembuhkan jerawat secara permanen. Obat ini bekerja mengendalikan sinyal hormon selama masih dikonsumsi. Jika dihentikan, jerawat hormonal berpotensi muncul kembali dalam beberapa minggu.

Para ahli menilai spironolactone cocok bagi wanita dengan jerawat hormonal ringan hingga sedang yang membutuhkan terapi jangka panjang. Sementara untuk jerawat berat yang menimbulkan bekas luka, isotretinoin masih menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan. Karena itu, pemilihan obat sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter kulit agar terapi sesuai dengan kondisi kulit dan riwayat kesehatan masing-masing.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment