Sahabat.com - Banyak orang yang rutin latihan di gym merasa khawatir saat harus berhenti berolahraga dalam waktu lama. Bagi sebagian orang, gym bukan hanya tempat membentuk tubuh, tetapi juga menjadi cara melepas stres dan menjaga kesehatan mental. Namun, ketika keadaan memaksa seseorang mengambil jeda, muncul pertanyaan besar: apakah otot dan kekuatan akan langsung hilang?
Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa berhenti latihan memang bisa menyebabkan penurunan massa otot dan kekuatan, tetapi dampaknya tidak sebesar yang sering dibayangkan. Para peneliti mengamati 55 orang dewasa yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melakukan latihan rutin selama 20 minggu, sementara kelompok kedua berlatih selama 10 minggu, berhenti total selama 10 minggu, lalu kembali latihan selama 10 minggu.
Kedua kelompok menjalani program latihan seluruh tubuh sebanyak dua kali seminggu. Peneliti kemudian mengukur kekuatan melalui latihan leg press dan bicep curl, ukuran otot menggunakan pemeriksaan ultrasonografi, serta kemampuan fisik melalui tes lompatan.
Hasilnya, kelompok yang mengambil waktu istirahat mengalami penurunan kekuatan sekitar 5 persen pada leg press dan 4 persen pada bicep curl. Dari sisi ukuran otot, massa otot paha berkurang sekitar 10 persen dan otot bisep turun sekitar 7 persen. Kemampuan melompat juga menurun sekitar 7 persen.
Namun, kabar baiknya, penurunan tersebut hanya bersifat sementara. Setelah kembali latihan, peserta mampu mengembalikan kondisi tubuh mereka dengan cepat. Dalam waktu sekitar lima minggu, kekuatan dan ukuran otot kembali seperti semula. Bahkan pada akhir penelitian, tidak ditemukan perbedaan berarti antara kelompok yang terus latihan dan kelompok yang sempat berhenti.
Temuan ini memperkuat konsep muscle memory atau memori otot, yaitu kemampuan tubuh untuk lebih mudah membangun kembali massa dan kekuatan yang pernah dimiliki. Para ahli menyebut bahwa tubuh ternyata mampu “mengingat” kerja keras yang sudah dilakukan sebelumnya.
Meski begitu, berhenti latihan selama 10 minggu termasuk waktu yang cukup panjang. Bagi orang yang serius membangun otot, jeda selama itu biasanya terjadi karena cedera atau perubahan besar dalam kehidupan, bukan sekadar pilihan.
Penelitian ini memberikan pesan penting bagi pecinta olahraga: kehilangan otot setelah berhenti latihan memang nyata, tetapi tidak permanen. Ketika kembali konsisten berolahraga, tubuh dapat beradaptasi dan kembali ke performa sebelumnya lebih cepat dari yang diperkirakan.
0 Komentar
Bella Hadid Ungkap Perjuangan Melawan Penyakit Kronis, Sempat Merasa Kehilangan Harapan
Kebiasaan Berani Setelah Usia 50 Tahun yang Bisa Membuat Hidup Lebih Sehat dan Bahagia
Kenapa Multitasking Jadi Lebih Sulit Seiring Bertambah Usia? Ini Penjelasan Mengejutkan Para Ahli
Leave a comment