Sahabat.com - Banyak orang percaya bahwa makan karbohidrat sebelum latihan adalah kunci agar tubuh lebih bertenaga saat olahraga. Selama bertahun-tahun, saran populer di dunia fitness menyebutkan bahwa karbohidrat menjadi bahan bakar utama tubuh ketika melakukan latihan intens.
Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan fakta menarik yang menantang pandangan tersebut. Studi ini melibatkan 16 orang yang sudah terbiasa melakukan latihan beban. Para peserta menjalani sesi olahraga berat dengan fokus tubuh bagian atas, seperti squat, bench press, rowing, dan shoulder press hingga mencapai batas kemampuan otot.
Dua jam sebelum latihan, peserta diberikan tiga jenis minuman sarapan berbeda, yaitu minuman tinggi karbohidrat, rendah karbohidrat dengan jumlah kalori dan protein yang sama, serta minuman plasebo dengan kalori hampir nol.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam performa olahraga di antara ketiga kelompok tersebut. Artinya, konsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi sebelum latihan tidak otomatis membuat seseorang mampu mengangkat beban lebih berat atau berlatih lebih lama.
Meski begitu, karbohidrat tetap memiliki peran penting bagi tubuh. Penelitian ini bukan berarti harus menghindari karbohidrat, melainkan menunjukkan bahwa waktu mengonsumsinya mungkin tidak sepenting yang diperkirakan.
Jika seseorang sudah mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup sepanjang hari, cadangan energi otot atau glikogen kemungkinan sudah mencukupi saat waktu latihan tiba.
Studi kecil ini juga memberi gambaran bahwa sebagian orang mungkin tidak membutuhkan makanan berat sebelum olahraga. Ada yang justru merasa lebih nyaman berlatih dengan perut kosong dibanding memaksakan pola makan tertentu.
Jadi, bagi penggemar fitness, kunci utama bukan hanya soal makan karbo sebelum olahraga, tetapi bagaimana menjaga pola makan seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
0 Komentar
Bella Hadid Ungkap Perjuangan Melawan Penyakit Kronis, Sempat Merasa Kehilangan Harapan
Kebiasaan Berani Setelah Usia 50 Tahun yang Bisa Membuat Hidup Lebih Sehat dan Bahagia
Kenapa Multitasking Jadi Lebih Sulit Seiring Bertambah Usia? Ini Penjelasan Mengejutkan Para Ahli
Leave a comment