Sahabat.com - Multitasking sering dianggap sebagai kemampuan modern yang menunjukkan seseorang produktif, namun penelitian terbaru mengungkap bahwa otak sebenarnya tidak benar-benar melakukan banyak tugas sekaligus, melainkan berpindah fokus dengan cepat yang melibatkan bagian prefrontal cortex yang mengatur memori, fokus, dan fleksibilitas kognitif.
Menurut neurolog bersertifikat Doha Ayish, MD, setiap kali seseorang berpindah tugas, otak harus “mengatur ulang fokus” sehingga proses ini membuat kinerja melambat dan meningkatkan risiko kesalahan. Psikiater sekaligus dokter tidur Alex Dimitriu, MD, menambahkan bahwa perpindahan perhatian yang terus-menerus membuat otak cepat lelah karena harus terus melakukan re-anchoring perhatian.
Seiring bertambahnya usia, khususnya di usia 40 hingga 50 tahun, multitasking terasa semakin berat bukan hanya karena faktor biologis, tetapi juga beban hidup yang meningkat seperti pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan finansial yang menumpuk sehingga mengurangi kapasitas mental. Perubahan metabolisme glukosa di otak yang menurun di usia paruh baya juga berdampak pada energi kognitif. Selain itu, perubahan hormon pada masa perimenopause, seperti penurunan estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi suasana hati, fungsi otak, hingga kemampuan fokus. Sebuah studi juga mencatat bahwa fluktuasi estrogen berkaitan dengan gejala seperti lupa, gangguan tidur, dan keringat malam yang ikut menurunkan konsentrasi.
Dokter kandungan Alyssa Dweck, MD, FACOG, menegaskan bahwa kualitas tidur yang buruk menjadi faktor besar yang memperburuk kemampuan multitasking karena otak tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup. Ia menyarankan agar gangguan tidur tidak dianggap sepele karena berdampak langsung pada performa harian. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa penurunan kemampuan ini masih tergolong normal, namun perlu perhatian medis jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.
Untuk menjaga fokus, para ahli menyarankan kebiasaan sederhana seperti tidur cukup 7–9 jam, olahraga rutin, hidrasi yang baik, serta pola makan sehat. Mediasi juga dapat membantu menenangkan pikiran. Mengurangi distraksi seperti notifikasi ponsel, membuka terlalu banyak tab browser, hingga membuat daftar prioritas tugas dapat membantu otak bekerja lebih efisien. Bahkan, membagi waktu khusus untuk satu tugas dalam sehari dianggap lebih efektif dibanding memaksakan multitasking yang justru menurunkan produktivitas.
0 Komentar
Kenapa Multitasking Jadi Lebih Sulit Seiring Bertambah Usia? Ini Penjelasan Mengejutkan Para Ahli
Jalan Kaki Pelan Ternyata Lebih Efektif Bakar Lemak pada Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Ini Faktanya!
Rahasia Otak Tetap Tajam hingga Tua, Ahli Saraf Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Wajib Dilakukan
Leave a comment