Rahasia Otak Tetap Tajam hingga Tua, Ahli Saraf Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Wajib Dilakukan

19 Juni 2026 16:29
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Menjaga hubungan sosial yang erat dengan keluarga dan teman menjadi salah satu cara efektif untuk mendukung kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif.

Sahabat.com - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, perhatian kini tidak hanya tertuju pada umur panjang, tetapi juga kualitas hidup yang tetap prima hingga usia lanjut. Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas hidup adalah kesehatan otak.

Menurut para ahli saraf, menjaga fungsi kognitif tidak memerlukan langkah yang rumit. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari dapat membantu menurunkan risiko penurunan daya ingat dan gangguan kognitif di masa depan.

Tidur yang cukup menjadi fondasi utama kesehatan otak. Ahli neurologi Brian S. Appleby menjelaskan bahwa otak memanfaatkan waktu tidur untuk membersihkan limbah metabolik dan racun yang dapat mengganggu fungsi kognitif. Karena itu, orang dewasa disarankan tidur minimal tujuh jam setiap malam agar kemampuan berpikir, fokus, dan mengingat tetap optimal.

Selain tidur, pola makan bergaya Mediterania juga dinilai efektif menjaga kesehatan otak. Pola makan ini menekankan konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan biji-bijian utuh, sekaligus membatasi makanan olahan, gula tambahan, serta lemak jenuh. Neurolog Jennifer Dearborn-Tomazos mengatakan, “Salah satu alasan saya menyukai diet Mediterania adalah karena ini bukan tren sesaat, melainkan pola makan yang dapat dijalankan dalam jangka panjang.”

Aktivitas fisik juga memiliki peran besar dalam menjaga fungsi otak. Olahraga aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama minimal 30 menit per hari dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung kemampuan otak untuk beradaptasi serta belajar hal baru. Menurut neurolog Emerlee Timmerman, olahraga merupakan salah satu langkah terpenting untuk menjaga kesehatan otak sepanjang hidup.

Tak kalah penting, menjaga hubungan sosial yang aktif juga terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kognitif. Interaksi dengan keluarga, sahabat, maupun komunitas dapat membantu otak tetap aktif sekaligus meningkatkan cadangan kognitif yang berfungsi melindungi otak dari dampak penuaan.

Terakhir, para ahli menyarankan untuk rutin melatih otak melalui permainan yang merangsang kemampuan berpikir, seperti teka-teki silang atau puzzle. Aktivitas ini membantu mengasah memori, konsentrasi, serta kemampuan memecahkan masalah.

Dengan menerapkan lima kebiasaan sederhana tersebut secara konsisten, peluang untuk memiliki otak yang sehat, tajam, dan produktif hingga usia lanjut pun semakin besar.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment