Rahasia Mental Tangguh: Kebiasaan Psikologis Ini Bisa Membantu Anda Bangkit Lebih Cepat dari Stres

17 Juni 2026 16:26
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang yang sedang menenangkan diri dan mengelola stres untuk membangun kesehatan mental.

Sahabat.com - Setiap orang pasti pernah menghadapi tekanan, kegagalan, atau situasi yang membuat mental terasa berat. Namun, ada orang yang terlihat mampu melewati masa sulit dengan lebih tenang. Ternyata, kemampuan tersebut berkaitan dengan keterampilan psikologis bernama resiliensi.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam *The Journal of Neuroscience* menemukan bahwa orang dengan tingkat resiliensi lebih tinggi memiliki kemampuan lebih baik dalam mengendalikan pengaruh informasi negatif. Hal ini membuat mereka lebih mampu mengambil keputusan dan menghadapi stres.

Dalam penelitian tersebut, 82 peserta menjalani eksperimen pengambilan keputusan sambil dipantau menggunakan teknologi pencitraan otak. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang lebih tangguh secara mental cenderung memberi nilai lebih besar pada informasi positif dibandingkan hal negatif.

Menariknya, otak mereka bukan berarti mengabaikan hal buruk. Justru, otak mereka menunjukkan respons kuat terhadap informasi negatif, terutama di bagian yang berhubungan dengan kontrol kognitif dan pemrosesan informasi. Artinya, mereka lebih mampu mengatur pikiran agar tidak dikuasai oleh pengalaman buruk.

Menurut Thea Gallagher, PsyD, profesor klinis bidang psikologi di NYU Langone Health, “Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan pulih ketika menghadapi stres, kesulitan, kegagalan, atau ketidakpastian.”

Gallagher menjelaskan bahwa orang yang resilien tetap merasakan kecewa, cemas, frustrasi, maupun sedih. Namun, mereka lebih mampu menerima emosi tersebut dan tetap melangkah maju.

Psikolog Hillary Ammon, PsyD, dari Center for Anxiety and Women’s Emotional Wellness, mengatakan bahwa resiliensi berada dalam sebuah spektrum. “Sebagian orang lebih tangguh menghadapi kesulitan, sementara lainnya membutuhkan lebih banyak latihan untuk membangun kemampuan tersebut.”

Kabar baiknya, ketahanan mental bisa dikembangkan. Ammon menyarankan membangun rutinitas sehat seperti tidur cukup, menjaga pola makan, dan rutin bergerak. Selain itu, mengubah cara berpikir juga dapat membantu.

Alih-alih berpikir “hal buruk selalu terjadi pada saya”, seseorang bisa mencoba sudut pandang baru seperti, “Itu adalah situasi yang sulit, tetapi saya bangga bisa melewatinya.”

Gallagher juga menyebut bahwa menghadapi tantangan kecil secara bertahap dapat memperkuat resiliensi. “Resiliensi berkembang ketika kita menghadapi tantangan yang masih bisa dikelola dan belajar bahwa kita mampu mengatasinya,” ujarnya.

Dengan mengenali emosi, mengatur pikiran negatif, dan menjaga kebiasaan sehat, seseorang dapat membangun mental yang lebih kuat. Pada akhirnya, resiliensi bukan berarti hidup tanpa stres, tetapi kemampuan untuk menjalani stres tanpa membiarkannya mengendalikan keputusan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment