Hormon Ternyata Berperan Besar pada Kesehatan Mental Pria, Ini Temuan Terbarunya

17 Juni 2026 13:46
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang pria yang tampak merenung dengan dukungan emosional dari orang terdekat, menggambarkan hubungan antara kesehatan mental dan keseimbangan hormon.

Sahabat.com - Selama bertahun-tahun, masalah kesehatan mental pria sering dikaitkan dengan kesepian, tekanan hidup, masalah ekonomi, hingga stigma untuk mencari bantuan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor hormon juga mungkin memiliki peran yang lebih besar dari perkiraan, terutama kadar testosteron rendah.

Analisis terhadap 3.239 pria dengan kadar testosteron rendah menemukan bahwa 83 persen pria yang memiliki gejala depresi sedang mengalami peningkatan kondisi mental yang signifikan setelah menjalani terapi penggantian testosteron atau Testosterone Replacement Therapy (TRT) selama 12 bulan.

Dalam penelitian tersebut, skor depresi rata-rata turun dari 11,7 yang masuk kategori cukup berat menjadi 3,9 yang menunjukkan gejala minimal atau hampir tidak ada depresi berdasarkan alat ukur PHQ-9.

Meski hasil ini belum membuktikan bahwa terapi testosteron dapat menjadi pengobatan utama untuk semua jenis depresi, temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan hormon bisa menjadi salah satu faktor yang selama ini terabaikan dalam kesehatan mental pria.

Selain perubahan suasana hati, banyak pria yang menjalani terapi juga melaporkan peningkatan kualitas hidup. Sekitar 69 persen merasa lebih menikmati hidup, 66 persen merasa lebih bahagia, dan 81 persen mengalami peningkatan energi.

“Data ini tidak bisa memastikan seberapa besar peran testosteron dalam perubahan tersebut. Namun, banyak pria melaporkan merasa lebih bahagia, lebih berenergi, dan lebih terlibat dalam kehidupan mereka setelah menjalani perawatan,” ujar Joshua Calvert, M.D., ahli urologi yang menangani masalah kekurangan testosteron.

Kadar testosteron pria secara alami mulai menurun sekitar 1–2 persen setiap tahun sejak usia 30-an. Akibatnya, gejala seperti mudah lelah, sulit tidur, kehilangan motivasi, dan menurunnya minat terhadap aktivitas yang dulu disukai sering dianggap hanya akibat stres atau bertambahnya usia.

Menurut Calvert, rendahnya testosteron dan depresi memiliki gejala yang sangat mirip. Beberapa pria bahkan menjalani terapi psikologis atau mengonsumsi obat antidepresan tanpa hasil maksimal sebelum akhirnya diketahui memiliki kadar hormon yang rendah.

Para ahli menyarankan pria yang mengalami kelelahan berkepanjangan, hilangnya semangat, tidur yang buruk, atau penurunan kebahagiaan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mempertimbangkan pemeriksaan hormon.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment