Studi Ungkap Fakta Mengejutkan: Perceraian dan Kehilangan Pasangan Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

15 Juni 2026 12:31
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pasangan pria dan wanita yang membelakangi satu sama lain menggambarkan dampak emosional dari perpisahan, perceraian, dan kehilangan hubungan.

Sahabat.com - Kehilangan pasangan hidup ternyata tidak hanya membawa perubahan emosional, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami perceraian, perpisahan, atau menjadi duda dan janda memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang tetap menjalani hubungan bersama pasangan.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Norwegia ini menganalisis data kesehatan nasional dalam jangka panjang selama hampir empat dekade. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal *BMJ Public Health* tersebut mengamati sekitar 20.000 orang yang sebelumnya menikah atau tinggal bersama pasangan sejak 1984 hingga 2019.

Para peneliti membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, yaitu mereka yang masih menikah atau hidup bersama pasangan, mereka yang bercerai atau berpisah, serta mereka yang kehilangan pasangan karena kematian. Catatan kesehatan kemudian diperiksa hingga awal 2020 untuk melihat hubungan antara perubahan status hubungan dan angka kematian.

Hasilnya menunjukkan bahwa perceraian atau perpisahan secara konsisten berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dibandingkan mereka yang tetap bersama pasangan. Faktor seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan hidup, kondisi kesehatan, hingga rasa kesepian juga turut diperhitungkan.

Sementara itu, menjadi duda atau janda dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sekitar 14 persen, terutama pada periode awal setelah kehilangan pasangan.

Meski penelitian ini menemukan hubungan antara kesendirian dan risiko kematian, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut tidak membuktikan penyebab langsung. Namun, temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan dukungan emosional.

Profesor psikologi dari University of Memphis, M. David Rudd, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa kesepian memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh dan kesejahteraan mental.

“Kita adalah makhluk sosial, dan hubungan dengan orang lain sangat penting bagi kesehatan, kebahagiaan, serta kelangsungan hidup,” ujar Rudd.

Menurutnya, hubungan tidak selalu harus berbentuk romantis. Dukungan dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar tetap berperan besar dalam menjaga kualitas hidup seseorang.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga koneksi sosial, membangun relasi yang sehat, dan tidak menarik diri dari lingkungan dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment