Sahabat.com - Stroke dan demensia sering dianggap penyakit usia lanjut, padahal penelitian terbaru menunjukkan bahwa usia 40 hingga 65 tahun adalah masa paling krusial untuk mencegahnya. Menurut dokter saraf Rab Nawaz, MD, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti atau pembuluh darah pecah, dan sebagian besar kasus bersifat iskemik akibat sumbatan darah, sementara sisanya hemoragik karena perdarahan di otak. Ia menegaskan bahwa faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, obesitas, gangguan tidur seperti sleep apnea, hingga fibrilasi atrium dapat meningkatkan peluang terjadinya stroke secara signifikan.
Sementara itu, demensia adalah penurunan fungsi otak yang memengaruhi memori, bahasa, hingga kemampuan hidup mandiri. “Alzheimer adalah penyebab paling umum, tetapi stroke dan penyakit pembuluh darah kecil juga dapat memicu demensia vaskular,” ujar Nawaz. Ia juga menyebut kurangnya aktivitas fisik, isolasi sosial, depresi, serta kualitas tidur buruk sebagai pemicu tambahan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke menunjukkan bahwa perubahan hormonal pada masa menopause, terutama penurunan estrogen, membuat perempuan lebih rentan terhadap gangguan pembuluh darah otak. Dokter neurologi vaskular Joseph Kim, MD, menjelaskan bahwa estrogen dan progesteron berperan penting dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan kesehatan jaringan otak. “Saat kadar hormon ini menurun, risiko kerusakan pembuluh darah meningkat, yang berdampak pada risiko stroke dan penurunan kognitif,” jelasnya.
Dokter Nawaz menekankan bahwa midlife adalah masa akumulasi risiko yang sebenarnya bisa dicegah. Ia mengatakan, “Midlife is when many preventable risks begin to accumulate, even though stroke and dementia may not appear until decades later.” Karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil, rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, serta menjaga kualitas tidur menjadi langkah utama pencegahan.
Ia juga menyarankan untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pemantauan tekanan darah di rumah. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berenang, menari, atau bersepeda dapat meningkatkan aliran darah ke otak sekaligus memperbaiki suasana hati. Tidur yang cukup juga menjadi kunci penting karena gangguan tidur dapat memperburuk kesehatan pembuluh darah.
Meski usia bertambah, langkah kecil konsisten dapat menurunkan risiko stroke dan demensia secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang, menurut para ahli kesehatan.
0 Komentar
Jalan Kaki Pelan Ternyata Lebih Efektif Bakar Lemak pada Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Ini Faktanya!
Rahasia Otak Tetap Tajam hingga Tua, Ahli Saraf Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Wajib Dilakukan
Halle Berry Bongkar Rahasia Lawan Brain Fog Saat Menopause, Ternyata Rutin Konsumsi Creatine
Rahasia Kulit Glowing Tanpa Skincare Mahal, Ternyata Cukup Rutin Meditasi Beberapa Menit Setiap Hari
Turun Berat Badan Tanpa Olahraga? Dokter Ungkap Cara Sederhana yang Diam-Diam Ampuh Pangkas Lemak
Leave a comment