Jangan Asal Minum Kopi, Ini Waktu Terbaik agar Energi Tahan Lama Menurut Ahli

02 Juli 2026 11:46
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang menikmati secangkir kopi pada pagi hari untuk meningkatkan energi dan fokus saat beraktivitas.

Sahabat.com - Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi ritual wajib untuk memulai hari. Namun, ternyata waktu minum kopi sama pentingnya dengan jumlah kopi yang dikonsumsi. Para ahli menyebut, memilih waktu yang tepat dapat membuat tubuh lebih berenergi, fokus meningkat, dan kualitas tidur tetap terjaga.

Menurut para pakar kesehatan, waktu terbaik untuk minum kopi adalah pada pertengahan pagi, sekitar pukul 09.30 hingga 11.30, serta awal sore antara pukul 12.00 hingga 15.00 saat energi tubuh mulai menurun secara alami. Pada jam-jam tersebut, efek kafein dinilai bekerja lebih optimal dibandingkan langsung meminumnya sesaat setelah bangun tidur.

Ahli gizi Kourtney Johnson menjelaskan bahwa setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap kafein. Meski begitu, membiarkan tubuh benar-benar terbangun sebelum minum kopi dapat membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.

Sementara itu, pakar tidur Michael Breus menyarankan untuk menunda secangkir kopi pertama sekitar 90 menit setelah bangun tidur. "Jika Anda menunggu sekitar 90 menit setelah membuka mata untuk minum kopi, manfaat energinya bisa terasa jauh lebih besar," ujarnya.

Selain itu, mengonsumsi kopi setelah sarapan juga lebih disarankan, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif. Minum kopi saat perut kosong dapat memicu rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Banyak orang juga mengalami penurunan energi setelah makan siang atau yang dikenal sebagai *post-lunch slump*. Dalam kondisi ini, secangkir kopi bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Menurut dokter spesialis gangguan tidur Angela Holliday-Bell, kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang memicu rasa kantuk.

Meski demikian, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sore atau malam hari. Michael Breus mengatakan tubuh rata-rata membutuhkan enam hingga delapan jam untuk memetabolisme kafein. Karena itu, menghentikan konsumsi kopi setelah pukul 15.00 dapat membantu menjaga kualitas tidur malam.

Kopi juga sebaiknya dihindari saat seseorang sedang mengalami stres berlebihan. Johnson menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk sementara sehingga memperburuk gejala cemas. Senada dengan itu, ahli jantung Deepak Vivek mengatakan orang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami jantung berdebar, mual, gelisah, sakit kepala, hingga sulit tidur.

Selain memperhatikan waktu, konsumsi kopi juga perlu disesuaikan bagi orang yang mengonsumsi obat tertentu, seperti obat tekanan darah, antidepresan, antibiotik, obat tiroid, maupun suplemen zat besi dan magnesium. Ibu hamil juga dianjurkan membatasi asupan kafein maksimal 200 miligram per hari atau sekitar satu cangkir kopi.

Dengan memilih waktu yang tepat, secangkir kopi tak hanya membantu mengusir kantuk, tetapi juga menjaga energi tetap stabil tanpa mengganggu kesehatan maupun kualitas tidur.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment