Cuaca Panas Ekstrem? Ini Cara Tetap Sejuk Meski Tanpa AC

03 Juli 2026 13:05
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Seorang warga menyejukkan tubuh dengan semprotan air saat cuaca panas ekstrem untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.

Sahabat.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah membuat banyak orang mencari cara agar tubuh tetap sejuk tanpa harus bergantung pada pendingin ruangan atau AC. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan masyarakat menghabiskan waktu setidaknya dua jam sehari di ruangan ber-AC, seperti perpustakaan umum, pusat perbelanjaan, atau cooling center jika memungkinkan. Namun, ketika AC tidak tersedia, berlindung di tempat teduh dan menghindari paparan sinar matahari langsung menjadi pilihan terbaik.

Menurut National Weather Service, suhu yang dirasakan tubuh bisa meningkat hingga sekitar 8 derajat Celsius lebih tinggi saat berada di bawah sinar matahari langsung. Karena itu, mengenakan pakaian longgar berwarna terang, memakai topi bertepi lebar, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari sangat dianjurkan.

CDC juga merekomendasikan penggunaan handuk dingin, semprotan air, atau mandi air sejuk untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Kipas angin dapat digunakan, tetapi efektivitasnya berkurang saat suhu udara melebihi 32 derajat Celsius karena justru berpotensi meningkatkan suhu tubuh.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih secara rutin, sekitar satu gelas setiap jam, meski belum merasa haus. Hindari memasak menggunakan oven atau kompor dalam waktu lama karena dapat meningkatkan suhu di dalam rumah. Menutup tirai saat siang hari, membuka jendela pada malam hari, serta mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan juga membantu menjaga ruangan tetap lebih sejuk.

Cuaca panas ekstrem juga meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga heat stroke yang dapat mengancam nyawa. Gejalanya meliputi pusing, sakit kepala, mual, keringat berlebih, suhu tubuh tinggi, kulit panas, hingga penurunan kesadaran. Jika seseorang diduga mengalami heat stroke, segera cari pertolongan medis darurat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment