Jangan Asal Percaya TikTok! Ini Alasan Nasihat Kesehatan dan Hukum Bisa Menyesatkan

06 Juli 2026 17:28
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang kreator membuat konten video menggunakan ponsel. Penelitian mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan TikTok sebagai sumber utama untuk mendapatkan nasihat kesehatan maupun hukum.

Sahabat.com - TikTok menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan untuk mencari informasi dengan cepat. Mulai dari tips kesehatan, cara mengatasi penyakit, hingga saran mengenai persoalan hukum, semuanya bisa ditemukan hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut ternyata menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele.

Sejumlah penelitian terbaru mengingatkan bahwa TikTok bukan tempat yang ideal untuk mencari nasihat medis maupun hukum. Format video yang singkat serta algoritma yang lebih mengutamakan konten viral dibandingkan akurasi membuat informasi yang muncul belum tentu benar.

Banyak kreator yang membahas topik kesehatan atau hukum ternyata tidak memiliki latar belakang maupun sertifikasi profesional. Akibatnya, informasi yang disampaikan berpotensi menyesatkan dan mudah dipercaya oleh jutaan pengguna.

Selain itu, durasi video yang terbatas membuat pembahasan menjadi tidak lengkap. Padahal, masalah kesehatan maupun hukum sering kali membutuhkan penjelasan mendalam, termasuk kondisi masing-masing individu, pilihan penanganan, hingga berbagai risiko yang mungkin muncul.

Algoritma TikTok juga cenderung mengangkat video yang banyak ditonton dan dibagikan, bukan yang paling akurat. Tak heran jika konten yang sensasional lebih mudah viral dibandingkan penjelasan ilmiah dari tenaga profesional.

Para peneliti juga menyoroti mudahnya penyebaran hoaks di platform tersebut. Sekali informasi yang salah menyebar, proses meluruskannya sering kali jauh lebih sulit. Kondisi ini dapat membuat masyarakat salah memahami suatu penyakit, pengobatan, maupun aturan hukum.

"Konten yang populer belum tentu benar, sehingga untuk persoalan kesehatan dan hukum sebaiknya masyarakat tetap berkonsultasi dengan tenaga profesional yang memiliki kompetensi," demikian penegasan para peneliti.

Mengikuti saran yang belum terverifikasi dapat berdampak serius. Dalam bidang kesehatan, kondisi pasien bisa memburuk akibat penanganan yang keliru. Sementara dalam persoalan hukum, keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang salah dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang merugikan.

Karena itu, jika membutuhkan informasi penting terkait kesehatan atau hukum, langkah paling aman adalah berkonsultasi langsung dengan dokter, tenaga kesehatan, pengacara, atau sumber resmi yang telah terverifikasi. Media sosial dapat menjadi sarana edukasi awal, tetapi bukan pengganti pendapat profesional.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment