Sahabat.com - Bagi penderita asma, inhaler bukan sekadar alat medis, melainkan penyelamat yang membantu melegakan saluran pernapasan saat gejala kambuh. Namun, para ahli mengingatkan bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui cara menggunakan inhaler dengan benar. Akibatnya, obat tidak tersalurkan secara maksimal ke paru-paru dan manfaatnya menjadi berkurang.
Menurut Kepala Divisi Pulmonologi dan Perawatan Kritis Weill Cornell Medicine di New York, Dr. Y. Michael Shim, lebih dari 60 hingga 80 persen pasien masih melakukan kesalahan saat menggunakan inhaler. "Terdapat lebih dari 30 jenis inhaler di pasaran dengan bentuk dan cara penggunaan yang berbeda-beda, sehingga setiap pasien harus mengikuti petunjuk dokter dan jenis obat yang digunakan," ujarnya.
Meski setiap produk memiliki cara penggunaan yang berbeda, ada beberapa langkah dasar yang dianjurkan. Dr. Shim menyarankan agar pengguna memanfaatkan spacer, yaitu alat tambahan yang dipasang pada ujung inhaler untuk membantu obat lebih banyak masuk ke paru-paru. Setelah itu, buang napas hingga habis, tekan inhaler sambil menarik napas secara perlahan, lalu tahan napas beberapa detik agar obat terserap dengan baik. Setelah selesai, embuskan napas secara perlahan dan gunakan inhaler sesuai jumlah semprotan yang diresepkan.
Dokter juga menyarankan untuk berkumur dan membilas mulut setelah menggunakan inhaler, terutama yang mengandung steroid. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi jamur di mulut, iritasi pita suara, hingga suara serak. "Jika pasien masih merasakan rasa obat di mulut setelah menggunakan inhaler, berarti teknik penggunaannya perlu dievaluasi kembali secara langsung," kata Dr. Shim.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua inhaler memiliki fungsi yang sama. Inhaler pereda atau rescue inhaler digunakan saat gejala asma muncul secara tiba-tiba, sedangkan inhaler pemeliharaan harus digunakan secara rutin setiap hari untuk menjaga peradangan tetap terkendali. Dalam beberapa tahun terakhir, pedoman pengobatan asma juga mulai berkembang dengan memungkinkan beberapa jenis inhaler pemeliharaan digunakan sesuai kebutuhan, tergantung kondisi pasien.
Karena itu, penting bagi penderita asma untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan jenis inhaler yang tepat sekaligus mempelajari teknik penggunaannya. Dengan cara yang benar, obat dapat bekerja lebih efektif sehingga gejala asma lebih terkontrol dan kualitas hidup pun meningkat.
0 Komentar
Anak di Bawah 2 Tahun Sering Main Gadget? Studi Ungkap 9 Risiko Serius untuk Tumbuh Kembang
4 Gerakan Olahraga yang Bikin Tubuh Tetap Kuat di Usia Tua
Masih Sering Mandi Asal-asalan? Ahli Ungkap 10 Kesalahan yang Bisa Ganggu Tidur dan Kesehatan Kulit
Jangan Asal Berjemur! Dokter Kulit Bagikan 4 Cara Cegah Kanker Kulit yang Wajib Dilakukan
Cuaca Panas Ekstrem? Ini Cara Tetap Sejuk Meski Tanpa AC
Terungkap! Buah Terbaik untuk Diet Menurut Ahli Gizi
Leave a comment