Cuma Kurang Tidur 80 Menit Tiap Malam, Berat Badan Bisa Naik Tanpa Disadari

07 Juli 2026 16:40
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang sedang tidur di tempat tidur. Penelitian menunjukkan kurang tidur sekitar 80 menit setiap malam dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

Sahabat.com - Mengurangi waktu tidur sekitar satu jam lebih setiap malam ternyata bukan kebiasaan sepele. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menemukan bahwa orang dewasa yang tidur rata-rata 80 menit lebih singkat selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan sekitar 0,5 kilogram. Selain itu, mereka juga menjadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk atau kurang bergerak setiap harinya.

Penelitian ini melibatkan 95 orang dewasa yang biasanya tidur 7–8 jam setiap malam. Selama enam minggu, peserta diminta menunda waktu tidur sekitar 90 menit. Hasilnya, rata-rata durasi tidur mereka berkurang 78,4 menit dan berat badan meningkat meski tidak terlalu drastis. Jika pola ini berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya diperkirakan akan semakin besar.

Tak hanya berat badan yang bertambah, peserta juga menghabiskan waktu 17 menit lebih lama untuk beraktivitas pasif setiap hari. Pada pria dan perempuan pascamenopause, waktu tidak aktif bahkan meningkat hampir 30 menit per hari. Kondisi ini dinilai dapat memperburuk gaya hidup yang sudah minim aktivitas fisik.

Penulis penelitian, Marie-Pierre St-Onge, mengatakan bahwa pesan utama dari studi ini adalah berkurangnya durasi tidur yang umum terjadi di masyarakat dapat menyebabkan kenaikan berat badan sekaligus meningkatkan lingkar pinggang. Ia menjelaskan, "Kenaikan berat badan terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Dalam penelitian ini, kami melihat peserta menjadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk ketika durasi tidurnya dikurangi."

Temuan ini juga memperkuat penelitian sebelumnya yang menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin, memperbesar risiko diabetes tipe 2, memicu peradangan pada jantung, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Marie-Pierre St-Onge menyarankan masyarakat mulai memprioritaskan tidur berkualitas selama 7–9 jam setiap malam. Menurutnya, jadwal tidur perlu disesuaikan dengan rutinitas harian, mengurangi aktivitas yang mengganggu waktu istirahat, serta menghindari makan larut malam, konsumsi kafein pada malam hari, dan aktivitas yang memicu stres sebelum tidur.

Penelitian ini menegaskan bahwa tidur yang cukup sama pentingnya dengan pola makan sehat dan olahraga rutin untuk menjaga berat badan ideal serta menurunkan risiko penyakit kronis.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment