Bisa Ditiru! Pulau Huaniao Tawarkan Layanan Fotografi Pantai untuk Tarik Kunjungan Turis

11 Juni 2024 14:42
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Pasangan menumpang mobil antik di Pulau Huaniao, Kepulauan Shengsi, provinsi Zhejiang, China. (ANTARA/HO-Lin Feng)

Sahabat.com - Langkah pemerintah China untuk menarik kunjungan turis ke destinasi wisata mereka, sepertinya dapat ditiru oleh Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh pengelola Pulau Huaniao, Kepulauan Shengsi, provinsi Zhejiang, China, mereka menawarkan paket fotografi pantai untuk menarik turis datang ke lokasi terpencil tersebut.

Pulau Huaniao yang terkenal dengan mercusuar besar setinggi 16,5 meter itu terletak di titik paling utara Kepulauan Shengsi, dengan kota besar terdekat adalah Shanghai yaitu sejauh 456 kilometer.

"Saya datang ke pulau ini khusus untuk menyewa jasa fotografi wisata. Harganya cukup terjangkau dan layanannya sudah terstandarisasi," kata turis bernama Li dari provinsi Jiangsu, China, diberitakan Antara, Senin (10/6/2024).

Turis juga dapat mengenakan pakaian tradisional China dan melakukan berbagai pose sesuai arahan fotografer.

"Pulau ini menyediakan layanan tur fotografi yang menarik bagi saya. Fotografernya sangat profesional, dan komunikasi sebelumnya lancar jadi saya mendapatkan banyak momen indah di pulau," ungkap Li.

Selain menawarkan paket fotografi pantai, ada juga paket "nikah kolektif" bagi sejumlah pasangan.

Pemerintah kota Huaniao dalam beberapa tahun terakhir menyediakan layanan pernikahan di pulau Huaniao termasuk untuk pendaftaran pernikahan dan upacara pernikahan, termasuk membuat alun-alun akad nikah tempat para mempelai mengikatkan janji dengan menghadap ke laut.

Kerja sama juga dilakukan dengan "platform" layanan nikah lokal yaitu Hunliji (MarryMemo) yang menyediakan pemesanan tempat pernikahan, fotografi, video, souvenir pernikahan, gaun pengantin dan berbagai hal terkait pernikahan bekerja sama dengan penginapan dan restoran di Pulau Huaniao.

Pemerintah kota Huaniao mengklaim pulau tersebut menawarkan keindahan matahari terbit dari Puncak Qiankeng, titik tertinggi di Pualu Huaniao, pada siang hari sinar matahari menyinari permukaan laut dan memantulkan airnya ke pantai South Bay dan pada sore hari pengunjuk dapat menyaksikan deburan ombak dan cahaya matahari terbenam di bawah mercusuar berusia satu abad.

Penginapan unik juga mulai banyak muncul di pulau tersebut. Bahkan pengelola "homestay" bernama Zhang Libin awalnya hanyalah turis yang berwisata ke pulau tersebut pada 2017 namun memutuskan untuk tinggal dan mengoperasikan "homestay" di pulau terpencil tersebut.

Pulau Huaniao sendiri masuk ke dalam 10 destinasi pegunungan dan pantai terbaik di China, menurut Chinese National Geography yang diumumkan pada 30 Maret.

Sebelumnya Pulau Huaniao adalah pulau terpencil dengan sumber daya terbatas dan miskin karena penurunan industri dan penyusutan jumlah penduduk.

Namun sejak 2013, pulau itu berbenah untuk mengembangkan industri pariwisata dengan lokasi andalan adalah Wuzhishi (batu lima jari) yang menjadi tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam dan teluk bercahaya di pulau juga menjadi daya tarik populer saat libur musim panas pada Mei-Agustus.

Untuk mencapai Pulau Huaniao dari Shanghai, pengunjung dapat menggunakan bus lalu menyeberang menggunakan kapal feri ke Pulau Sijiao selama 2 jam dan kemudian kembali menyeberang ke Pulau Huaniao selama 1,5 jam. Layanan kapal dimulai pada pukul 7.30 pagi.

 

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment