Liburan Mimpi Berubah Mimpi Buruk, Hampir 90 Penumpang Kapal Pesiar Ini Terserang Virus

12 Januari 2026 16:50
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Kapal pesiar Holland America Line Rotterdam yang menjadi lokasi terjadinya wabah norovirus selama pelayaran.

Sahabat.com - Liburan kapal pesiar yang seharusnya penuh relaksasi justru berubah menjadi pengalaman tak menyenangkan bagi puluhan penumpang Holland America Line. Hampir 90 orang dilaporkan jatuh sakit akibat wabah norovirus selama pelayaran kapal Rotterdam, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Dari total 2.593 penumpang di kapal tersebut, 81 orang dilaporkan mengalami gejala, ditambah delapan kru kapal. Keluhan utama yang dirasakan adalah diare dan muntah.

Pelayaran ini berlangsung pada 28 Desember hingga 9 Januari, dengan rute keberangkatan dari Fort Lauderdale dan singgah di sejumlah destinasi populer seperti Curaçao, Kolombia, Kosta Rika, dan Jamaika. Di tengah tren liburan akhir tahun, kapal pesiar memang menjadi pilihan favorit banyak wisatawan, namun kasus ini kembali mengingatkan soal risiko kesehatan di ruang tertutup dengan ribuan orang.

Pihak Holland America Line menyatakan bahwa sebagian besar kasus yang terjadi bersifat ringan dan cepat tertangani. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan keselamatan dan kesehatan penumpang serta kru menjadi prioritas utama. “Sesuai protokol CDC, kami melakukan proses sanitasi menyeluruh pada kapal setelah pelayaran berakhir di Fort Lauderdale,” demikian pernyataan Holland America.

CDC mencatat sepanjang 2025 terdapat 23 wabah penyakit saluran pencernaan di kapal pesiar yang memenuhi kriteria untuk diumumkan ke publik, dan mayoritas disebabkan oleh norovirus. Meski sering dikaitkan dengan kapal pesiar, faktanya pelayaran hanya menyumbang sekitar satu persen dari total wabah norovirus yang dilaporkan secara keseluruhan.

Sarah R. Michaels, dosen kesehatan masyarakat dari Tulane University, menjelaskan bahwa wabah seperti ini sebenarnya lebih sering terjadi di komunitas. “Di tempat-tempat dengan kontak dekat seperti panti jompo, penitipan anak, dan kapal pesiar, kasusnya lebih mudah terdeteksi dan dilaporkan,” ujarnya. Menurutnya, bukan berarti kapal pesiar lebih berbahaya, melainkan karena sistem pelaporan yang ketat.

Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan selama liburan, terutama saat berada di area publik. Mencuci tangan, memperhatikan asupan makanan, dan mengikuti imbauan kru kapal bisa membantu menurunkan risiko. Liburan tetap bisa menyenangkan, asalkan kesehatan tidak diabaikan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment