Sahabat.com - Merencanakan liburan di 2026 tak cukup hanya menentukan destinasi, tetapi juga soal timing saat memesan tiket pesawat. Layaknya kisah Goldilocks, waktu booking tiket harus “pas”, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu mepet. Menurut laporan terbaru Travel + Leisure yang mengutip analis perjalanan dari Going.com, strategi pemesanan tiket kini semakin dinamis, tergantung cara pembayaran yang dipilih, tunai atau menggunakan poin reward.
Untuk pembelian tiket dengan uang tunai, para ahli menyarankan pemesanan dilakukan satu hingga tiga bulan sebelum keberangkatan untuk penerbangan domestik. Sementara itu, untuk rute internasional, waktu idealnya dua hingga delapan bulan sebelumnya. Jika bepergian di musim ramai seperti liburan musim panas atau akhir tahun, sebaiknya menambah waktu pemesanan lebih awal sekitar dua bulan agar harga tidak melonjak.
Namun, ceritanya berbeda ketika menggunakan poin reward. Going.com mengungkapkan bahwa penukaran poin terbaik biasanya muncul saat maskapai baru membuka jadwal penerbangan, sekitar 10–11 bulan sebelum keberangkatan, dan kembali muncul pada minggu-minggu terakhir menjelang terbang. “Di antara waktu tersebut, justru menjadi periode terburuk untuk mencari penukaran poin reward yang menguntungkan,” tulis Going dalam laporannya. Mereka menjelaskan bahwa saat jadwal dibuka, maskapai sering merilis kursi award dengan harga termurah, terutama kelas bisnis, yang kemudian menghilang seiring meningkatnya permintaan.
Menariknya, Going juga menegaskan bahwa nilai poin reward terus menurun. “Poin tidak menua dengan baik karena aturan program loyalitas terus berubah, dan belakangan perubahan itu cenderung membuat poin semakin kurang bernilai,” tulis mereka. Bahkan ditegaskan bahwa 2026 adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan poin reward. Menunggu momen penukaran sempurna justru dianggap berisiko karena devaluasi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Bagi traveler yang ingin memaksimalkan nilai poin reward, rute jarak jauh ke Asia disebut sebagai pilihan paling menguntungkan saat ini. Selain itu, penerbangan ekonomi ke Australia dan Selandia Baru juga menawarkan nilai poin yang tinggi. Secara umum, harga tiket pesawat saat ini jauh lebih murah dibandingkan 10 hingga 20 tahun lalu. Going bahkan menyebut kita masih berada di “Golden Age of Cheap Flights”, tren yang diperkirakan berlanjut sepanjang 2026.
0 Komentar
Trik Cerdas Booking Hotel 2026, Bisa Hemat Tanpa Ribet!
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Bali Kalahkan Maladewa, Ini Destinasi Bulan Madu Paling Romantis di Dunia 2026 Versi Tripadvisor
Liburan ke Eropa Gak Bikin Kantong Jebol! Ini Kota-Kota Murah Paling Worth It di 2026
Terungkap! Alasan Pramugari Selalu Duduk dengan Tangan di Paha Saat Takeoff dan Landing
Liburan Mimpi Berubah Mimpi Buruk, Hampir 90 Penumpang Kapal Pesiar Ini Terserang Virus
Pramugari Minta Penumpang Hentikan Kebiasaan Jorok Ini di Pesawat, Masih Banyak yang Bandel
Gaji Ratusan Juta, Begini Kehidupan Pramugari Jet Pribadi yang Bikin Banyak Orang Iri
5 Rekomendasi Destinasi Wisata Mewah di Surakarta dan Sleman
Leave a comment