Pramugari Minta Penumpang Hentikan Kebiasaan Jorok Ini di Pesawat, Masih Banyak yang Bandel

12 Januari 2026 16:22
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi toilet pesawat yang sering digunakan penumpang selama penerbangan jarak jauh.

Sahabat.com - Bagi pramugari, keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama selama penerbangan. Mereka memastikan prosedur darurat dipahami, bagasi tersimpan rapi, hingga suasana kabin tetap nyaman di ketinggian 30 ribu kaki. Namun ada satu kebiasaan penumpang yang diam-diam membuat para pramugari merasa risih dan khawatir, yakni berjalan ke toilet pesawat tanpa alas kaki.

Kebiasaan ini ternyata sangat umum terjadi. Elizabeth Regan, pramugari maskapai komersial, mengungkapkan banyak penumpang masuk ke toilet pesawat dengan kaki telanjang atau hanya memakai kaus kaki. “Ini benar-benar tidak higienis,” katanya. Hal senada disampaikan Hilary Clark, mantan pramugari komersial yang kini menjabat direktur layanan kabin di perusahaan jet pribadi. Menurutnya, cairan di lantai toilet pesawat sering kali bukan sekadar air. “Saat pelatihan, kami diajarkan bahwa apa yang ada di lantai toilet bisa jauh lebih menjijikkan dari yang dibayangkan,” ujarnya.

Toilet pesawat merupakan area publik dengan tingkat sentuhan tinggi. Penelitian TravelMath pada 2015 menemukan tombol flush toilet pesawat mengandung bakteri lebih banyak dibanding dudukan toilet rumah. Meski tidak selalu berbahaya bagi orang dewasa sehat, risiko paparan kuman tetap ada. Dokter penyakit menular, Dr. Dahlia Philips, menjelaskan bahwa berjalan tanpa alas kaki membuat bakteri, virus, dan jamur mudah masuk melalui luka kecil di kaki.

Para ahli menyarankan penumpang setidaknya memakai sandal, sepatu, atau minimal kaus kaki saat ke toilet. “Masuk toilet pesawat tanpa alas kaki adalah kebiasaan yang tidak higienis dan sebaiknya dihindari,” kata Clark. Selain itu, menutup tutup toilet sebelum menyiram, rajin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, serta tidak menyentuh wajah setelah dari toilet juga dianjurkan.

Regan juga menyoroti kebiasaan penumpang yang sengaja menunggu hingga di dalam pesawat untuk ke toilet. “Ini selalu jadi keluhan kami. Padahal toilet bandara lebih luas dan bersih,” katanya. Pada akhirnya, pesawat adalah ruang publik. Menjaga kebersihan bukan hanya demi diri sendiri, tapi juga demi penumpang lain dan awak kabin.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment