Dokter Ungkap Resep Sehat Paling Murah: Tertawa Lepas 2–5 Hari Seminggu, Efeknya Mengejutkan

22 Desember 2025 11:58
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Aktivitas yoga tertawa yang dilakukan bersama-sama, menggambarkan ekspresi bahagia dan manfaat positif tertawa bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Sahabat.com - Tertawa sering dianggap remeh dan hanya muncul saat ada hal lucu. Padahal, para ahli kesehatan justru menyebut tertawa lepas sebagai salah satu kebiasaan penting untuk hidup lebih sehat. 

Bahkan, ada “resep dokter” yang terdengar sederhana namun berdampak besar, yaitu tertawa dari perut setidaknya dua hingga lima hari dalam seminggu.

Fenomena ini bukan sekadar tren. Di Los Angeles, komedian sekaligus pembicara Melanin Bee memperkenalkan metode bernama Laughasté, perpaduan yoga dan tawa yang awalnya terasa canggung, namun lama-lama memicu tawa alami. 

“Ini tentang membiarkan diri kita merasa tidak nyaman dulu. Dari situ, sisi konyol akan muncul dan tawa datang tanpa dipaksa,” ujarnya.

Secara ilmiah, manfaat tertawa sudah lama diteliti. Dokter jantung dan profesor kedokteran di University of Pennsylvania, Dr. Michael Miller, mengatakan tawa memberi dampak positif pada jantung dan sistem imun. 

“Kalau kita menyarankan olahraga tiga sampai lima kali seminggu, maka tertawa lepas sebaiknya dilakukan dua sampai lima kali seminggu,” katanya. 

Menurutnya, tertawa memicu pelepasan endorfin yang membantu melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, peradangan, dan kolesterol, sekaligus mengurangi risiko serangan jantung.

Penelitian juga menunjukkan tertawa membantu menurunkan hormon stres kortisol, kadar gula darah, serta nyeri kronis. Peneliti psikologi medis dari Jerman, Jenny Rosendhal, menyebut tawa yang disengaja justru bisa memberi manfaat lebih besar. 

“Tubuh tidak membedakan tawa asli atau buatan. Mekanisme fisiologisnya sama dan efeknya tetap terasa,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa latihan tawa sangat membantu orang yang sedang depresi atau menghadapi penyakit berat.

Menariknya, tertawa tidak harus menunggu hal lucu. Dr. Madan Kataria, pendiri gerakan laughter yoga, menyarankan untuk belajar tertawa tanpa alasan. 

“Ini bukan soal memaksa diri tertawa, tapi mengaktifkan otot tawa dan melepas hambatan mental. Setelah itu, tawa alami akan muncul seperti tawa anak kecil,” katanya.

Dengan rutinitas sederhana ini, tertawa bukan lagi reaksi sesaat, melainkan gaya hidup sehat yang murah, mudah, dan menyenangkan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment