Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan

15 Januari 2026 17:55
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Seorang wanita mematikan alarm pagi sambil terlihat mengantuk, ilustrasi tantangan bangun terlalu dini bagi tubuh yang belum siap.

Sahabat.com - Membuat resolusi baru dengan bangun pagi setiap hari terdengar menarik, tapi para ahli tidur memperingatkan ini tidak cocok untuk semua orang. Ternyata, memaksa diri bangun lebih awal dari jam biologis alami tubuh bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

“Sudah saatnya kita melampaui pepatah ‘early bird gets the worm’ dan mempertimbangkan biaya biologis melawan jam internal tubuh,” kata Dr. Aaron Pinkhasov, Ketua Departemen Psikiatri NYU Grossman Long Island School of Medicine. Tubuh manusia tidur dalam siklus 90–110 menit yang bergantian antara tidur dalam (deep sleep) dan REM, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk perbaikan fisik, memori, dan regulasi emosi.

Orang dengan tipe “morning bird” secara alami tidur lebih awal dan bangun lebih segar, sementara “night owl” lebih aktif di malam hari dan bergantung pada tidur REM dini pagi. Memaksa night owl bangun lebih awal dapat membuat mereka merasa lelah, mood tidak stabil, bahkan meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan tidur.

Dr. Nissa Keyashian, psikiater bersertifikat di California, menambahkan, “Karena banyak orang harus bekerja atau sekolah pagi-pagi, mereka yang alami night owl memiliki prevalensi lebih tinggi terhadap kecemasan, depresi, dan gangguan makan.” Ia menekankan pentingnya menyesuaikan pola tidur dengan jam biologis masing-masing, bukan hanya mengikuti rutinitas sosial.

Meski begitu, beberapa strategi bisa membantu menyesuaikan jam biologis. Menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten, bahkan di akhir pekan, serta membangun rutinitas malam seperti meditasi, mandi hangat, atau minum teh herbal, dinilai efektif. Paparan cahaya terang di pagi hari juga membantu memperbaiki energi dan mood. Dr. Keyashian menyarankan menambah waktu bangun secara bertahap 15 menit sehari agar tubuh lebih mudah beradaptasi.

Intinya, kualitas tidur dan konsistensi lebih penting daripada sekadar mengejar target bangun pagi. Menghormati jam biologis tubuh membuat kesehatan tetap terjaga, energi lebih stabil, dan produktivitas optimal.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment