Gereja Santo Antonius Purbayan, Gereja Katolik Pertama Bernuansa Eropa di Solo

18 Mei 2023 05:01
Penulis: Adiantoro, lifestyle
Gereja Santo Antonius Purbayan, Solo, Jawa Tengah, memiliki perjalanan sejarah yang panjang. (Istimewa)

Sahabat.com - Setiap pagi tampak sejumlah orang memasuki gereja. Mereka memilih tempat duduk untuk berdoa. Begitulah penampakan Gereja Santo Antonius Purbayan, di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng). 

Ya, mereka hampir setiap hari mendatangi dan berdoa di gereja itu. Rata-rata mereka mulai tiba pukul 07.00 WIB hingga beberapa saat menghabiskan waktu di sana. Berdiam dan berdoa merupakan cara mereka dalam mengawali hari sebelum bekerja dan beraktivitas di pagi hari.

Mereka yang menyempatkan diri untuk berdoa tersebut, adalah biasanya orangtua yang baru saja mengantarkan putra dan putrinya bersekolah di sekitar kawasan tersebut. 

Sebagian adalah yang akan berangkat ke kantor, lalu menyempatkan diri untuk rutin berdoa pagi di gereja itu. Suasananya memang tenang ketika berdoa di dalam gereja, yang sangat indah pada interior bagian dalamnya tersebut.

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, Kamis (18/5/2023), gereja yang berada persis di sisi utara Balai Kota Surakarta ini adalah Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan. 

Gereja ini memiliki bangunan yang sangat kokoh dengan dinding tembok yang tebal. Arsitekturnya merupakan khas gaya Eropa dengan detail ornamen yang cantik. Bagian dalamnya tidak kalah menarik.

Bagian atas mimbar dihiasi jendela dengan mozaik kaca bergambar dan kaya warna. Demikian juga jendela kaca yang berada di atas dinding tembok kiri dan kanan juga bertabur mozaik kaca yang indah.

Sementara di belakang altar mimbar memiliki ornamen garis-garis yang dipadu dengan lampu-lampu kecil yang redup. Sekeliling ruang gereja terdapat beberapa patung-patung orang-orang kudus yang dihormati oleh umat Katolik. 

Bangku-bangku untuk umat juga tampak lawas dengan bahan kayu jati yang kuat. Gereja ini masih mempertahankan bentuk aslinya, yang di antaranya bisa dilihat melalui tiang atau pilar-pilar penyangga yang memiliki ornamen ukiran salib.

Gereja ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan merupakan gereja Katolik pertama di Solo. Gereja yang dibangun sejak November 1916 itu, berdiri atas prakarsa Romo Cornelis Stiphout, SJ. 

Pembangunan gereja dilakukan untuk pelayanan misionaris dan pengenalan agama Katolik oleh Pemerintah Belanda di Solo. Bangunan yang sudah dinyatakan sebagai Cagar Budaya ini, menjadi saksi peristiwa pembabtisan Brigadir Jenderal (Anumerta) Ignatius Slamet Riyadi, seorang pahlawan nasional, tahun 1949. 

Namanya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta diabadikan sebagai nama jalan dan patung, yakni Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Patung Slamet Riyadi di kawasan Bundaran Gladak.

Brigjen Ignatius Slamet Riyadi merupakan tokoh penting dari berbagai pertempuran di Kota Solo. Belanda sangat segan dengan keberanian dan kegigihan Slamet Riyadi di medan tempur. Dengan usia yang masih muda, Slamet Riyadi memimpin berbagai pertempuran melawan Belanda di Kota Solo.

Sejarah gereja yang berada di Jalan Arifin Nomor 1 ini, tercatat sebagai gereja misi di zaman Belanda. Saat itu, Pemerintah Belanda mengutus Lambertus Prisen, sekitar tahun 1827 untuk melakukan misi penyebaran agama Katolik di Solo. 

Sesungguhnya Pastor Lambertus Prisen, mendapatkan tugas untuk melayani umat di Jawa Tengah, termasuk Solo. Bersama rekannya, Pastor Yakobus Sholten, Pastor Prisen berusaha mengembangkan dan mengenalkan Katolik. 

Lambat laun, pengikut Katolik di Solo semakin bertambah. Karena Solo kala itu masih menjadi stasi dari Paroki Ambarawa, maka ada keinginan untuk mendirikan paroki di Solo. 

Kemudian mulailah dibangun Gereja Santo Antonius Purbayan yang dimulai pada 29 Oktober 1905. Hingga pada November 1916, Gereja Santo Antonius Purbayan berhasil didirkan dan Pastor Stiphout pun menjadi pastor pertama di Paroki Purbayan.

Saat ini, perannya dalam mendukung toleransi di Kota Solo cukup aktif. Tidak jarang, pengurus gereja menerima kunjungan tamu dari tokoh-tokoh lintas agama dan iman. 

Bahkan pengurus gereja juga mempersilahkan halaman parkir gereja yang cukup luas, bisa dipergunakan untuk tempat parkir para tamu bila ada acara peringatan keagamaan dan kegiatan lain di Balai Kota Solo.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment