Sahabat.com - Mood yang tiba-tiba berubah, sulit fokus, gampang lelah, atau tidur tidak nyenyak sering dianggap hal sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi sinyal bahwa hormon dalam tubuh pria sedang tidak seimbang. Hormon adalah “pengirim pesan” kimiawi yang bekerja sepanjang hari untuk mengatur fungsi tubuh, mulai dari energi, suasana hati, hingga kualitas tidur.
Saat hormon berada dalam kondisi ideal, tubuh terasa lebih fokus, emosi stabil, dan energi terjaga. Namun ketika kadarnya terlalu rendah, terlalu tinggi, atau ritmenya terganggu, dampaknya bisa langsung terasa pada kesehatan mental. Iritabilitas, brain fog, kelelahan, hingga gejala cemas dan depresi kerap muncul tanpa disadari penyebabnya.
Beberapa hormon yang paling berpengaruh pada pria antara lain testosteron, kortisol, melatonin, hormon tiroid, insulin, dan serotonin. Testosteron berperan besar dalam menjaga kepercayaan diri, motivasi, dan kualitas tidur.
Jika kadarnya menurun, pria bisa merasa lesu dan kurang bersemangat. Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, membantu tubuh tetap waspada di pagi hari, tetapi jika terus tinggi akibat stres berkepanjangan, justru memicu kecemasan dan gangguan tidur.
Melatonin mengatur jam biologis tubuh. Produksinya bisa terganggu akibat kebiasaan begadang atau terlalu lama menatap layar. Sementara itu, hormon tiroid dan insulin berpengaruh pada metabolisme dan kestabilan energi, sehingga gangguannya sering membuat tubuh terasa berat dan pikiran sulit jernih.
Menariknya, hormon pria bekerja mengikuti siklus 24 jam. Testosteron dan kortisol biasanya berada di puncak pada pagi hari lalu menurun di malam hari. Pola hidup yang buruk, stres, dan kurang tidur dapat mengacaukan siklus ini.
Lauren Panoff, penulis artikel kesehatan, menyebut bahwa “hormon dan kesehatan mental adalah satu kesatuan. Ketika hormon terganggu, efeknya hampir selalu terasa pada mood, tidur, dan energi.”
Kabar baiknya, keseimbangan hormon bisa dijaga lewat gaya hidup. Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, mengelola stres, dan membatasi alkohol sangat membantu. Jika keluhan berlangsung lama, tes hormon bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui akar masalah dan menentukan penanganan yang tepat.
0 Komentar
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Makeup Kedaluwarsa Diam-Diam Bikin Wajah Rusak, Ini Cara Simpel Beresin dan Menyimpannya
Kim Kardashian Buka 2026 dengan Gaya Ekstrem di Aspen, Korset Bulu hingga Mantel Super Dramatis
Tren Makeup 2026 Berubah Total: Clean Girl Ditinggal, Tampilan Bold Kini Jadi Favorit
Camila Mendes Bikin Heboh Lagi, Ganti Warna Rambut Honey Brown dan Disebut Balik Jadi Diri Sendiri
Leave a comment