Sahabat.com - Paris Hilton adalah artis dan sosialita Amerika yang terkenal. Ia pun kerap berbagi beberapa momen bersama kedua anaknya, Phoenix dan London.
Paris memilih ibu pengganti untuk memiliki anak. Setelah berhasil menerapkan metode ini pada putra mereka Phoenix, Paris, dan suaminya Carter Reum, mereka memutuskan untuk memiliki seorang putri dan mencoba metode tersebut lagi.
Sekitar setahun setelah kelahiran Phoenix, London lahir. Nama lengkap bayi tersebut adalah London Marilyn Hilton Reum, diambil dari nama kota metropolitan legendaris Eropa.
Paris dan Carter pernah berbicara dengan Ryan Knutson di festival "Semua Tentang Masa Depan" di Wall Street Journal tentang harapan mereka terhadap anak-anak mereka. Paris pun berharap kedua anaknya tumbuh secerdas ayahnya.
"Saya harap mereka kutu buku seperti ayah mereka dan tidak ada hubungannya dengan ini," kata Paris Hilton.
Tak hanya itu, Paris juga mengatakan akan menjadi orang tua yang tegas. Ia ingin menjauhkan anak-anak dari gawai untuk jangka waktu tertentu karena ada banyak hal negatif yang tidak boleh dilihat oleh anak-anak.
"Saya akan menjauhkan dia dari gawai untuk sementara waktu. Beberapa anak masih terlalu muda untuk memiliki telepon seluler, dan ada banyak hal di Internet yang saya tidak ingin mereka ketahui." Paris melanjutkan.
Paris Hilton sendiri merupakan seorang influencer dengan jumlah pengikut lebih dari 26 juta orang. Tapi itu bukan satu-satunya hal yang berubah bagi Paris sejak menjadi seorang ibu.
Sejak melahirkan anak, Paris menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap kritik online. Dari orang-orang yang mengomentari penggunaan kursi mobilnya hingga orang-orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang anaknya.
Setelah Paris menjadi seorang ibu, fokusnya berubah. Karena itulah, Paris ingin merahasiakan kelahiran anak-anaknya dari dunia.
“Hidup saya sangat publik. Saya tidak ingin anak saya terlahir dengan energi negatif,” jelas perempuan berusia 43 tahun itu.
"Saya sangat senang kami melakukannya sehingga Carter dan saya dapat bepergian bersama (untuk merawat anak-anak) tanpa campur tangan dunia luar," tambahnya.
Masa muda Paris Hilton penuh dengan hal-hal buruk. Dia dianiaya secara fisik, seksual dan emosional selama 11 bulan.
Paris merasa tak mampu melahirkan akibat trauma masa lalu yang berkepanjangan.
Namun itu bukan satu-satunya alasan Paris Hilton memilih menjadi ibu pengganti. Dia bilang dia tidak tahu bagaimana dia bisa meluangkan waktu untuk hamil sesuai keinginannya.
"Jadwalku sangat padat," katanya sambil menghela napas.
Dia juga mengatakan tidak mungkin menentukan waktu terbaik untuk hamil.
"Tidak pernah ada waktu yang tepat [untuk hamil] karena Anda tidak punya waktu untuk melakukan apa pun dalam hidup Anda," pungkasnya.
0 Komentar
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Makeup Kedaluwarsa Diam-Diam Bikin Wajah Rusak, Ini Cara Simpel Beresin dan Menyimpannya
Kim Kardashian Buka 2026 dengan Gaya Ekstrem di Aspen, Korset Bulu hingga Mantel Super Dramatis
Tren Makeup 2026 Berubah Total: Clean Girl Ditinggal, Tampilan Bold Kini Jadi Favorit
Camila Mendes Bikin Heboh Lagi, Ganti Warna Rambut Honey Brown dan Disebut Balik Jadi Diri Sendiri
Leave a comment