Sahabat.com - Siapa sangka kalau terlalu banyak olahraga justru bisa mempercepat penuaan otak?
Penelitian terbaru yang melibatkan hampir 17.000 partisipan dari UK Biobank menunjukkan bahwa otak yang awet muda bukan hanya soal seberapa sering kita bergerak, tapi seberapa tepat intensitasnya.
Aktivitas fisik dalam kadar sedang ternyata menjadi kunci menjaga otak tetap muda dan sehat, sementara olahraga terlalu ringan atau terlalu berat justru berdampak sebaliknya.
Penelitian ini dipimpin oleh Associate Professor Chenjie Xu dari School of Public Health di Hangzhou Normal University. Timnya menggunakan alat akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan untuk mengukur aktivitas fisik selama 7 hari, lalu mencocokkannya dengan hasil pemindaian otak melalui MRI.
Mereka menggunakan teknologi machine learning canggih untuk memperkirakan "usia otak" berdasarkan lebih dari 1.400 indikator visual dari hasil MRI.
Hasilnya cukup mengejutkan: hubungan antara olahraga dan penuaan otak membentuk pola huruf U. Artinya, otak menua lebih cepat bila seseorang terlalu sedikit atau terlalu banyak bergerak. Justru pada intensitas sedang—seperti berjalan cepat, bersepeda ringan, atau berenang santai—otak terlihat lebih sehat dan awet muda.
Bahkan, aktivitas fisik sedang dan agak berat dikaitkan dengan berkurangnya tanda-tanda penuaan otak seperti gangguan jaringan putih dan penyusutan di bagian penting seperti korteks cingulate, nukleus kaudatus, dan putamen, yang semuanya berperan penting dalam fungsi kognitif dan suasana hati.
Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan bahwa usia otak ini berperan dalam menentukan kemampuan kognitif, seperti kecepatan berpikir dan risiko gangguan otak seperti demensia atau depresi. Dengan kata lain, menjaga ritme olahraga tetap sedang bisa melindungi otak dari kerusakan jangka panjang.
“Studi kami bukan hanya menunjukkan hubungan nonlinier antara olahraga dan penuaan otak secara objektif, tapi juga menyampaikan pesan penting: olahraga yang berlebihan tidak selalu lebih baik—kuncinya adalah keseimbangan,” jelas Chenjie Xu, peneliti utama dalam studi ini.
Langkah selanjutnya dari tim peneliti ini adalah menggabungkan data lain seperti pola tidur, perilaku duduk terlalu lama, dan data biologis untuk memahami lebih jauh bagaimana gaya hidup memengaruhi penuaan otak.
Mereka juga merencanakan penelitian jangka panjang untuk melihat apakah intervensi gaya hidup bisa benar-benar memperlambat atau bahkan membalikkan proses penuaan otak.
Penemuan ini memberikan kabar baik bagi siapa pun yang ingin menjaga otaknya tetap tajam di usia tua: tak perlu maraton atau angkat beban ekstrem, cukup dengan konsistensi dan aktivitas fisik yang sedang, otak bisa tetap muda dan sehat lebih lama.
0 Komentar
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Makeup Kedaluwarsa Diam-Diam Bikin Wajah Rusak, Ini Cara Simpel Beresin dan Menyimpannya
Kim Kardashian Buka 2026 dengan Gaya Ekstrem di Aspen, Korset Bulu hingga Mantel Super Dramatis
Tren Makeup 2026 Berubah Total: Clean Girl Ditinggal, Tampilan Bold Kini Jadi Favorit
Camila Mendes Bikin Heboh Lagi, Ganti Warna Rambut Honey Brown dan Disebut Balik Jadi Diri Sendiri
Leave a comment