Sering Makan Es Berlebihan? Kenali Bahaya dan Dampaknya bagi Kesehatan

18 Oktober 2026 20:29
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
es batu

Sahabat.com - Makan es batu atau menikmati minuman dingin menjadi kebiasaan bagi banyak orang, terutama saat cuaca panas. Sensasi dingin dan menyegarkan membuat es kerap dikonsumsi setiap hari. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, terutama dengan kebiasaan mengunyah es batu atau mengonsumsi minuman manis dingin, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, mengonsumsi air dingin atau es batu dalam jumlah wajar umumnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Risiko yang muncul lebih berkaitan dengan kebiasaan mengunyah es, kandungan gula dalam minuman, serta kebersihan es yang dikonsumsi.

1. Merusak Gigi akibat Sering Mengunyah Es Batu

Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah kerusakan gigi. Es batu memiliki tekstur keras sehingga kebiasaan menggigit atau mengunyahnya dapat menyebabkan enamel gigi terkikis, gigi retak, bahkan merusak tambalan gigi.

Selain itu, suhu es yang sangat dingin dapat memicu rasa ngilu, terutama pada orang yang memiliki gigi sensitif atau mengalami masalah pada lapisan pelindung gigi.

Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya biarkan es mencair di dalam mulut daripada menggigitnya secara langsung.

2. Memicu Rasa Tidak Nyaman pada Gigi Sensitif

Bagi sebagian orang, mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin dapat menimbulkan rasa ngilu pada gigi. Kondisi ini dapat terjadi ketika lapisan enamel menipis atau bagian dentin gigi terbuka.

Jika rasa ngilu sering muncul setiap kali mengonsumsi minuman dingin, sebaiknya periksakan kondisi gigi ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.

3. Meningkatkan Risiko Kelebihan Gula

Bahaya lain dapat muncul apabila es dikonsumsi dalam bentuk minuman manis, seperti es teh manis, es kopi susu, minuman bersirup, atau minuman dengan tambahan gula dan krimer.

Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, kenaikan berat badan, dan gangguan metabolisme, terutama jika asupan gula harian melebihi kebutuhan tubuh.

Karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan gula dalam minuman dingin. Pilihan yang lebih sehat adalah air putih dingin tanpa tambahan gula.

4. Berisiko Menimbulkan Gangguan Pencernaan akibat Kontaminasi

Mengonsumsi air dingin tidak secara langsung menyebabkan gangguan pencernaan pada kebanyakan orang. Namun, es yang dibuat dari air tidak layak minum atau disimpan dengan peralatan yang tidak higienis berisiko membawa mikroorganisme penyebab penyakit.

Kontaminasi tersebut dapat memicu diare, mual, muntah, atau sakit perut.

Untuk mencegahnya, pastikan es dibuat dari air yang aman dikonsumsi dan ditangani menggunakan peralatan bersih.

5. Bisa Menjadi Tanda Kekurangan Zat Besi

Kebiasaan mengunyah es batu secara terus-menerus dan sulit dihentikan dikenal sebagai pagophagia. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk keinginan mengonsumsi benda yang tidak memiliki nilai gizi dan dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi, termasuk anemia defisiensi besi.

Namun, tidak semua orang yang suka makan es mengalami anemia. Jika keinginan mengunyah es berlangsung terus-menerus, terutama disertai mudah lelah, pucat, pusing, atau lemas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menjalani pemeriksaan yang diperlukan.

6. Menimbulkan Ketidaknyamanan pada Sebagian Orang

Sebagian orang mungkin merasakan sakit kepala singkat ketika mengonsumsi sesuatu yang sangat dingin dengan cepat. Kondisi ini sering disebut brain freeze dan umumnya berlangsung singkat.

Pada orang tertentu, minuman dingin juga dapat memicu ketidaknyamanan pada tenggorokan atau lambung. Respons ini bisa berbeda-beda pada setiap orang, sehingga penting untuk menyesuaikan konsumsi dengan kondisi tubuh.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment