Sahabat.com - Penelitian terbaru dari University of Utah Health menemukan bahwa satu molekul lemak bernama ceramide bisa menjadi penyebab utama gagal ginjal akut (acute kidney injury atau AKI). Menariknya, dengan memblokir metabolisme ceramide, para ilmuwan berhasil melindungi ginjal tikus dari kerusakan total—hasil yang disebut “luar biasa” oleh para peneliti.
“Kami benar-benar berhasil membalikkan kerusakan ginjal akut hanya dengan menonaktifkan ceramide,” ujar Prof. Scott Summers, PhD, Ketua Departemen Nutrisi dan Fisiologi Integratif di University of Utah.
“Tidak hanya fungsi ginjal tetap normal, tapi mitokondria di dalam sel ginjal juga tetap sehat. Ini sangat menakjubkan,” tambahnya.
Penelitian yang dipublikasikan di Cell Metabolism ini menunjukkan bahwa ceramide merusak mitokondria, yaitu pusat energi di dalam sel. Ketika kadar ceramide meningkat, sel ginjal kehilangan kemampuannya menghasilkan energi, yang akhirnya memicu kerusakan organ.
Menurut Dr. Rebekah Nicholson, penulis utama studi ini, kadar ceramide meningkat drastis pada pasien dengan kerusakan ginjal.
“Semakin parah cedera ginjal, semakin tinggi kadar ceramide dalam urine,” katanya.
Karena itu, kadar ceramide bisa digunakan sebagai penanda dini untuk mendeteksi risiko gagal ginjal, terutama pada pasien yang menjalani operasi besar seperti operasi jantung.
Tim peneliti juga menguji obat baru yang dapat menurunkan kadar ceramide dan menemukan bahwa tikus yang diberi obat ini tetap aktif, dengan fungsi ginjal yang normal. Bahkan di bawah tekanan ekstrem, mitokondria mereka tetap sehat.
Walau masih dalam tahap pra-klinis, Summers optimistis hasil ini bisa menjadi langkah besar dalam pencegahan gagal ginjal.
“Jika hasil ini berhasil diterapkan pada manusia, terapi ini bisa diberikan lebih awal pada pasien berisiko tinggi, misalnya mereka yang akan menjalani operasi jantung,” ujarnya.
Penemuan ini membuka harapan baru tidak hanya bagi penderita gagal ginjal, tapi juga bagi penyakit lain yang melibatkan kerusakan mitokondria seperti diabetes, gagal jantung, dan penyakit hati berlemak.
“Jika kita bisa menjaga kesehatan mitokondria, dampaknya akan sangat besar bagi dunia medis,” tutup Summers.
0 Komentar
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Makeup Kedaluwarsa Diam-Diam Bikin Wajah Rusak, Ini Cara Simpel Beresin dan Menyimpannya
Kim Kardashian Buka 2026 dengan Gaya Ekstrem di Aspen, Korset Bulu hingga Mantel Super Dramatis
Tren Makeup 2026 Berubah Total: Clean Girl Ditinggal, Tampilan Bold Kini Jadi Favorit
Camila Mendes Bikin Heboh Lagi, Ganti Warna Rambut Honey Brown dan Disebut Balik Jadi Diri Sendiri
Leave a comment