Flu Sering Dianggap Sepele, Kenali Gejala Berat dan Kelompok yang Berisiko

24 Oktober 2026 10:45
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
ilustrasi orang sakit (KEMENKES)

Sahabat.com - Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan karena umumnya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, infeksi virus influenza tidak boleh diabaikan begitu saja, terutama jika menyerang kelompok rentan atau menimbulkan gejala yang berat.

Flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Pada sebagian orang, gejala dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan waktu untuk pulih.

Meski sering kali dapat ditangani dengan istirahat dan perawatan di rumah, flu juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Salah satunya adalah pneumonia atau infeksi paru-paru. Dalam kondisi tertentu, influenza dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki seseorang.

Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada

Tidak semua orang memiliki risiko komplikasi flu yang sama. Sejumlah kelompok perlu memberikan perhatian lebih terhadap infeksi influenza, antara lain:

Anak-anak, terutama balita, yang lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan.

Lansia, karena fungsi kekebalan tubuh cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

Ibu hamil, yang mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.

Penderita penyakit kronis, seperti asma, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan paru-paru.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang lebih berisiko mengalami infeksi berat.

Pada kelompok tersebut, flu sebaiknya tidak dianggap sebagai penyakit biasa. Jika gejala mulai muncul, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Kenali Tanda Flu yang Tidak Boleh Diabaikan

Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan gejala selama sakit. Segera cari pertolongan medis jika flu disertai sesak napas, nyeri atau tekanan pada dada, kebingungan, kejang, tubuh sangat lemah, atau tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil.

Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk juga perlu diwaspadai. Pada anak-anak, tanda bahaya dapat berupa napas cepat atau sulit, bibir kebiruan, sulit dibangunkan, serta tidak mau minum.

Jangan menunggu gejala menjadi semakin berat untuk mencari pertolongan, terutama jika penderita termasuk kelompok berisiko tinggi.

Cara Mencegah dan Mengurangi Risiko Komplikasi

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan flu dan menjaga kondisi tubuh selama masa pemulihan.

Pertama, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan. Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Kedua, gunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan, terutama saat berada di tempat umum atau berdekatan dengan orang yang rentan. Usahakan tetap berada di rumah ketika sedang sakit agar risiko penularan kepada orang lain dapat dikurangi.

Ketiga, cukup beristirahat, minum air yang memadai, dan konsumsi makanan bergizi untuk mendukung pemulihan tubuh. Vaksinasi influenza juga dapat membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, meskipun tidak menjamin seseorang sepenuhnya terhindar dari infeksi.

Perlu diingat, antibiotik tidak digunakan untuk mengobati influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus, terutama jika pengobatan dimulai sedini mungkin atau pasien berisiko mengalami komplikasi.

Flu memang sering membaik tanpa penanganan khusus, tetapi bukan berarti penyakit ini selalu tidak berbahaya. Mengenali gejala, memahami faktor risiko, dan segera mencari pertolongan saat muncul tanda bahaya menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment