Sahabat.com - Anak mengalami demam tinggi sering kali membuat orang tua khawatir, terlebih jika suhu tubuh meningkat secara tiba-tiba pada malam hari. Kondisi ini memang perlu mendapat perhatian, tetapi orang tua sebaiknya tidak langsung panik.
Demam merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi, seperti infeksi virus maupun bakteri. Meski begitu, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak dan mengenali tanda-tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis.
Dikutip dari berbagai sumber kesehatan, suhu tubuh anak dikatakan demam apabila mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Untuk membantu menghadapi kondisi tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua di rumah.
1. Ukur Suhu Tubuh Anak dengan Termometer
Langkah pertama adalah memastikan suhu tubuh anak menggunakan termometer, bukan hanya dengan meraba dahi.
Catat hasil pengukuran dan waktu pemeriksaan agar orang tua dapat memantau perkembangan suhu tubuh anak.
2. Berikan Cairan yang Cukup
Saat demam, tubuh anak lebih rentan kehilangan cairan. Karena itu, berikan air putih, ASI, atau susu sesuai usia dan kebiasaan anak.
Jika anak masih menyusu, berikan ASI lebih sering untuk membantu memenuhi kebutuhan cairannya.
3. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Hindari memakaikan pakaian terlalu tebal atau menyelimuti anak secara berlebihan.
Pilih pakaian yang ringan dan nyaman agar panas tubuh dapat dilepaskan dengan baik.
4. Kompres dengan Air Hangat Suam-Suam Kuku
Orang tua dapat mengompres anak menggunakan kain yang dibasahi air hangat suam-suam kuku untuk memberikan kenyamanan.
Hindari kompres menggunakan air es atau alkohol karena dapat membuat anak menggigil dan menimbulkan risiko lainnya.
5. Pastikan Anak Mendapat Istirahat Cukup
Biarkan anak beristirahat dan mengurangi aktivitas berat selama mengalami demam.
Tidak perlu memaksakan anak untuk terus tidur. Hal terpenting adalah memberikan suasana nyaman agar tubuhnya dapat beristirahat.
6. Berikan Obat Penurun Panas Sesuai Aturan
Jika anak merasa tidak nyaman akibat demam, orang tua dapat memberikan obat penurun panas seperti parasetamol sesuai dosis berdasarkan berat badan dan petunjuk tenaga kesehatan.
Hindari memberikan aspirin kepada anak. Ibuprofen juga tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia enam bulan tanpa arahan dokter.
Ingat, tujuan pemberian obat adalah membuat anak lebih nyaman, bukan sekadar menurunkan angka pada termometer.
7. Kenali Tanda Bahaya dan Segera Periksa ke Dokter
Jangan hanya berpatokan pada tinggi suhu tubuh. Perhatikan juga kondisi dan perilaku anak.
Segera bawa anak mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami:
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Kejang, terutama jika baru pertama kali terjadi.
- Sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak merespons.
- Tidak mau minum dan menunjukkan tanda dehidrasi.
- Muncul ruam atau bintik kemerahan yang tidak memudar saat ditekan.
- Leher kaku atau sakit kepala hebat.
Khusus bayi berusia di bawah tiga bulan, suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih harus segera diperiksakan ke dokter, meskipun bayi terlihat masih cukup aktif.
Orang Tua Harus Tetap Tenang
Menghadapi anak yang demam memang membutuhkan perhatian ekstra. Namun, kepanikan justru dapat membuat orang tua kesulitan mengambil keputusan yang tepat.
Pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi, pantau suhu tubuh secara berkala, dan jangan menunda pemeriksaan jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
0 Komentar
Menjelajahi Pesona Wisata Bantul, dari Hutan Pinus, Pantai Eksotis hingga Destinasi Bersejarah
Hadapi Musim Pancaroba dengan Pola Hidup Sehat dan Cukup Minum
Kemenkes Perluas Imunisasi HPV, Cegah Kanker Sejak Dini
Pakar Ingatkan, Tidur Teratur Jadi Kunci Menjaga Kesehatan
Inovasi Teknologi Kesehatan Guna Tingkatkan Mutu dan Layanan
Sering Dianggap Tidak Sehat, 5 Makanan Ini Justru Kaya Nutrisi
Leave a comment