Sahabat.com - Sejumlah makanan kerap dianggap kurang sehat karena kandungan lemak, kolesterol, natrium, gula, atau karbohidratnya. Padahal, jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan diolah secara bijak, makanan tersebut tetap bisa menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Mengutip siaran EatingWell pada Rabu (28/10), ahli gizi menjelaskan bahwa telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup dalam kemasan, hingga bagel memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Lantas, apa saja manfaat dari lima makanan tersebut? Berikut ulasannya.
1. Telur, Sumber Protein dan Nutrisi Otak
Telur sering dianggap kurang sehat karena mengandung kolesterol. Namun, bagi kebanyakan orang, kolesterol dari makanan umumnya memiliki pengaruh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan lemak jenuh.
Ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan kolin yang berperan penting dalam fungsi otak.
Selain itu, telur mengandung vitamin B serta lutein dan zeaksantin, yaitu senyawa antioksidan yang mendukung kesehatan mata.
Meski bergizi, cara pengolahan telur tetap perlu diperhatikan. Telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak bisa menjadi pilihan untuk menu sehari-hari.
2. Kacang-kacangan, Kaya Lemak Sehat
Almond, kenari, dan kacang tanah kerap dihindari karena memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Padahal, kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh, serat, vitamin E, protein nabati, dan antioksidan.
Menurut Villalvir, konsumsi kacang-kacangan secara rutin dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Sebagian lemak dalam kacang juga terperangkap dalam struktur serat sehingga tidak seluruhnya dapat diserap tubuh.
Untuk mendapatkan manfaatnya, pilih kacang tanpa tambahan garam atau gula berlebihan dan konsumsi dalam porsi yang sesuai.
3. Cokelat Hitam, Mengandung Antioksidan
Cokelat sering dianggap sebagai makanan yang harus dibatasi karena kandungan gula, lemak jenuh, dan kalorinya. Namun, cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi juga mengandung flavanol dan senyawa bioaktif lainnya.
Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah.
Ahli gizi Samantha DeVito menyarankan cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen sebagai pilihan kudapan. Cokelat hitam dapat dipadukan dengan buah beri dan kacang-kacangan untuk menambah variasi rasa dan nutrisi.
Meski demikian, cokelat hitam tetap perlu dikonsumsi secukupnya karena kandungan kalori dan lemaknya.
4. Sup Kalengan, Praktis dan Bisa Bergizi
Sup dalam kemasan kerap mendapat kritik karena kandungan natriumnya yang tinggi. Padahal, makanan ini bisa menjadi pilihan praktis dan terjangkau, terutama bagi orang yang memiliki waktu terbatas untuk memasak.
DeVito menyarankan untuk menambahkan kacang-kacangan, lentil, sayuran beku, atau sisa daging ayam ke dalam sup yang sudah mengandung sayuran. Tambahan tersebut dapat meningkatkan kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral.
Agar lebih sehat, periksa label nutrisi sebelum membeli dan pilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah.
5. Bagel, Sumber Energi yang Bisa Dikombinasikan dengan Nutrisi Lain
Bagel merupakan roti berbentuk cincin yang umumnya dibuat dari tepung terigu. Makanan ini sering dianggap kurang bergizi karena kandungan karbohidrat olahannya.
Namun, bagel tetap dapat menjadi sumber energi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Menurut DeVito, bagel bisa disajikan bersama telur, alpukat, tomat, salmon, atau selai kacang agar lebih kaya protein, lemak sehat, dan nutrisi lainnya.
Jika tersedia, bagel berbahan gandum utuh juga bisa menjadi pilihan karena mengandung lebih banyak serat dibandingkan versi yang dibuat dari tepung olahan.
Kunci Utamanya Ada pada Porsi dan Cara Mengonsumsi
Kelima makanan tersebut menunjukkan bahwa suatu makanan tidak selalu bisa dinilai hanya dari satu kandungan nutrisinya. Telur menyediakan protein, kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh, cokelat hitam memiliki senyawa antioksidan, sedangkan sup kalengan dan bagel dapat menjadi bagian dari menu praktis yang bergizi.
Meski begitu, kandungan nutrisi setiap produk dapat berbeda. Karena itu, penting untuk memperhatikan ukuran porsi, membaca label kemasan, membatasi tambahan gula dan garam, serta memadukan makanan dengan sayuran, buah, dan sumber protein lainnya.
0 Komentar
Inovasi Teknologi Kesehatan Guna Tingkatkan Mutu dan Layanan
6 Manfaat Sayuran Hijau, Bikin Tubuh Lebih Sehat!
6 Rekomendasi Minuman Hangat Saat Flu, Bantu Legakan Tenggorokan dan Hidung Tersumbat
Pentingnya Sarapan Pagi bagi Anak-anak
Penderita Darah Tinggi, Hindari 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini
Leave a comment