Lari di Treadmill atau Outdoor, Mana yang Lebih Efektif? Jawabannya Bikin Kaget!

08 Mei 2026 13:26
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang berlari di treadmill dan outdoor untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jantung.

Sahabat.com - Banyak orang masih bingung memilih lari di treadmill atau outdoor untuk menjaga kebugaran tubuh. Padahal, keduanya sama-sama memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung, meningkatkan mood, hingga membantu membangun rasa percaya diri. Menariknya, para ahli menyebut tidak ada yang benar-benar lebih unggul.

Pelatih lari bersertifikat Amanda Katz mengatakan bahwa lari tetaplah lari, di mana pun dilakukan. “Miles are miles, and running is running,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa hasil olahraga tidak hanya ditentukan lokasi berlari, tetapi juga konsistensi latihan yang dijalani.

Selama ini banyak orang menganggap treadmill lebih mudah karena menggunakan sabuk berjalan otomatis dan permukaan yang rata. Namun faktanya, treadmill justru bisa terasa lebih berat secara mental maupun fisik. Saat berlari di luar ruangan, tubuh secara alami menyesuaikan kecepatan tanpa disadari sehingga ritme terasa lebih fleksibel. Sementara di treadmill, pelari harus menjaga tempo yang konstan sehingga terasa lebih melelahkan.

Amanda Katz juga menyebut berlari di treadmill membutuhkan kekuatan mental lebih besar karena minim perubahan suasana. “To run on a treadmill requires a different level of mental toughness,” katanya.

Meski begitu, treadmill tetap punya banyak keuntungan. Opsi ini cocok bagi orang yang berolahraga saat malam atau dini hari karena lebih aman. Selain itu, treadmill juga membantu saat cuaca ekstrem seperti hujan deras atau panas berlebihan. Fitur incline pada treadmill bahkan efektif digunakan untuk simulasi jalur menanjak ketika mempersiapkan lomba lari.

Di sisi lain, lari outdoor memberikan pengalaman berbeda. Udara segar dan suasana alam dipercaya mampu meningkatkan energi, mengurangi stres, serta memperbaiki kesehatan mental dibanding olahraga di dalam ruangan.

Bagi pemula, Amanda Katz menyarankan memulai rutinitas lari secara bertahap dengan kombinasi jalan kaki dan lari ringan selama 20 hingga 30 menit sebanyak dua atau tiga kali seminggu. Cara ini membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi risiko cedera.

Pada akhirnya, pilihan terbaik antara treadmill atau lari outdoor kembali pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Yang terpenting bukan tempatnya, melainkan seberapa rutin Anda melakukannya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment