Sahabat.com - Pernah merasa dibuntuti, diikuti diam-diam, atau bahkan terpaksa mengajukan surat perintah perlindungan?
Ternyata, pengalaman itu bukan hanya meninggalkan luka psikologis, tapi juga bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke di kemudian hari.
Penelitian yang dimuat di jurnal Circulation menunjukkan bahwa perempuan yang pernah menjadi korban penguntitan atau mengajukan perintah perlindungan memiliki peluang lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan stroke dibanding mereka yang tidak pernah mengalaminya.
“Meski kekerasan terhadap perempuan cukup umum terjadi, dampaknya terhadap kesehatan jantung masih jarang diakui oleh tenaga medis,” kata Rebecca B. Lawn, Ph.D., peneliti epidemiologi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Ia menegaskan, perlu melihat faktor risiko kesehatan jantung perempuan dari sisi yang jarang dibahas, termasuk kekerasan non-fisik seperti stalking.
Data menunjukkan 1 dari 3 perempuan pernah mengalami penguntitan. Dalam penelitian ini, hampir 12% partisipan mengaku pernah dibuntuti, dan hampir 6% pernah mengajukan perintah perlindungan. Selama 20 tahun penelitian terhadap lebih dari 66 ribu perempuan, hasilnya mengejutkan: korban penguntitan memiliki risiko 41% lebih tinggi terkena penyakit jantung, sementara mereka yang pernah mengajukan perintah perlindungan berisiko 70% lebih tinggi.
“Stalking sering dianggap tidak serius karena tidak melibatkan kekerasan fisik, padahal dampaknya bisa sangat besar,” jelas Lawn.
Stres kronis akibat rasa takut dan tidak aman dapat mengganggu fungsi saraf, pembuluh darah, hingga memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Menurut Harmony R. Reynolds, M.D., pakar kardiologi dari NYU Grossman School of Medicine, rasa tidak aman yang berlangsung lama dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga, yang pada akhirnya memperburuk kesehatan jantung.
“Stres akibat pengalaman buruk sering kita pikirkan berulang kali. Dukungan sosial bisa membantu mengurangi efeknya, entah dari keluarga, teman, atau profesional,” ujarnya.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal diet dan olahraga, tetapi juga keamanan dan kesehatan mental. Jika pernah mengalami penguntitan, penting untuk mencari dukungan dan perlindungan sejak dini.
0 Komentar
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Usia 35 Jadi Titik Balik Tubuh Melemah? Studi 50 Tahun Ini Bikin Kaget
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Awet Kencang di Usia 68! Denise Austin Bongkar 3 Gerakan Simpel Bikin Lengan Seksi
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Makeup Kedaluwarsa Diam-Diam Bikin Wajah Rusak, Ini Cara Simpel Beresin dan Menyimpannya
Kim Kardashian Buka 2026 dengan Gaya Ekstrem di Aspen, Korset Bulu hingga Mantel Super Dramatis
Tren Makeup 2026 Berubah Total: Clean Girl Ditinggal, Tampilan Bold Kini Jadi Favorit
Camila Mendes Bikin Heboh Lagi, Ganti Warna Rambut Honey Brown dan Disebut Balik Jadi Diri Sendiri
Leave a comment