Sahabat.com - Pernah nggak sih kamu merasa habis ngalamin hari super menguras energi—entah karena kerjaan numpuk atau drama hidup—lalu tiba-tiba pengen banget tidur dan malah kebablasan? Ternyata, tidur setelah stres itu bukan sekadar ngantuk doang, lho.
Peneliti dari jurnal Neuron ngungkap kalau pola tidur pasca stres bisa jadi kunci rahasia tubuh untuk pemulihan lebih cepat.
Para ilmuwan nyeritain kalau stres emosional atau tantangan sistem kekebalan bisa memicu apa yang mereka sebut "stress-induced sleep".
Menurut mereka, ini cara adaptif tubuh kita buat pulih lebih cepat melalui mekanisme otak tertentu seperti ventral tegmental area (VTA) dan lateral habenula.
Kayaknya menarik banget, ya? Makanya, meski biasanya kita takut banget sama insomnia pas stres, ternyata di kondisi tertentu tubuh justru kerja sama sama otak buat ningkatin kualitas tidur.
Percaya nggak, tidur non-REM setelah sakit atau cedera bisa bantu proses penyembuhan jantung lebih baik? Dan tidur REM usai trauma emosional bisa bantu kita lepas ingatan-integan negatif yang nempel di kepala.
Peneliti juga bilang, "Tidak semua stres bikin kita susah tidur. Justru, beberapa jenis stres malah bikin keinginan tidur jadi lebih kuat," ungkap tim riset.
Mereka sempat coba berbagai model pada tikus: dari paparan bau predator sampai social defeat stress, dan hasilnya, tikus-tikus itu justru tidur lebih nyenyak setelah stres tertentu.
Sahabat, perhitungkan juga soal kronotipe alias pola bangun-tidur masing-masing. Ada yang tipenya burung hantu, ada yang pagi-pagian.
Peneliti menekankan pentingnya intervensi yang sesuai dengan ritme alami kita, misalnya konseling tidur atau terapi perilaku kognitif untuk insomnia.
Serunya lagi, ada temuan kontroversial: kalau kita sengaja nunda tidur setelah trauma, ingatan traumatis bisa berkurang.
Peneliti menambahkan, "Penundaan tidur sesaat setelah kejadian traumatis dapat menghambat konsolidasi memori negatif," katanya.
Jadi, intinya, tidur pasca stres itu berpotensi jadi alat ampuh untuk meredam beban fisik maupun emosional. Tapi, efeknya sangat bergantung pada tipe stres, waktu, pola tidur, dan kondisi individual kita. Makanya, yuk prioritaskan tidur yang berkualitas dan kenali tubuh kita lebih dalam!
0 Komentar
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment