Makan Sehat Tapi Kena Kanker Paru? Fakta Mengejutkan Ini Bikin Banyak Orang Kaget

22 April 2026 13:26
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi keranjang belanja berisi buah dan sayuran segar di supermarket.

Sahabat.com - Siapa sangka, kebiasaan makan sehat yang selama ini dianggap sebagai kunci hidup panjang justru menyimpan sisi yang mengejutkan. Sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association for Cancer Research pada 21 April 2026 menemukan adanya kaitan antara konsumsi tinggi buah, sayur, dan biji-bijian utuh dengan risiko kanker paru pada non-perokok muda.

Temuan ini tentu terasa kontradiktif. Selama ini, makanan berbasis nabati selalu dipromosikan sebagai pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan. Namun, para peneliti mengungkap bahwa residu pestisida yang menempel pada produk-produk tersebut bisa menjadi faktor risiko lingkungan yang belum banyak disadari.

Dalam studi tersebut, sebanyak 187 pasien yang didiagnosis kanker paru sebelum usia 50 tahun dianalisis pola makannya. Hasilnya, mereka justru memiliki pola makan yang lebih sehat dibanding rata-rata populasi umum. Skor Healthy Eating Index mereka mencapai rata-rata 65 dari 100, lebih tinggi dibanding rata-rata masyarakat yang berada di angka 57.

Peneliti utama, Jorge Nieva, menjelaskan, “Penelitian kami menunjukkan bahwa non-perokok muda yang mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah lebih tinggi justru memiliki kemungkinan lebih besar terkena kanker paru.” Ia menambahkan, “Temuan yang tampak bertolak belakang ini memunculkan pertanyaan penting tentang faktor risiko lingkungan yang belum diketahui, terutama terkait makanan yang sebenarnya bermanfaat.”

Tak hanya itu, penelitian juga mencatat bahwa perempuan non-perokok muda kini memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru dibanding pria. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya faktor lain di luar kebiasaan merokok.

Langkah selanjutnya, para peneliti akan melakukan pengujian darah dan urin untuk mengukur kadar pestisida dalam tubuh peserta. Tujuannya adalah mengidentifikasi zat tertentu yang berpotensi berkontribusi terhadap kanker.

“Penelitian ini merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi faktor lingkungan yang masih bisa dimodifikasi dan berkontribusi terhadap kanker paru pada usia muda,” ujar Nieva. Ia berharap temuan ini bisa menjadi dasar rekomendasi kesehatan publik di masa depan.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi buah dan sayur. Justru, penting untuk lebih selektif, seperti mencuci bersih bahan makanan atau memilih produk organik jika memungkinkan. Di balik gaya hidup sehat, ternyata ada detail kecil yang tak boleh diabaikan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment