Tragis! Tiga Anak Meninggal akibat Overdosis Obat Alergi, Orang Tua Diminta Waspada Simpan Obat di Rumah

12 Juni 2026 13:20
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pil diphenhydramine atau obat antihistamin yang umum digunakan untuk mengatasi alergi. Obat ini menjadi sorotan setelah tiga anak di Connecticut dilaporkan meninggal akibat dugaan overdosis.

Sahabat.com - Kabar duka datang dari Connecticut, Amerika Serikat. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan overdosis diphenhydramine, zat antihistamin yang umum digunakan untuk meredakan gejala alergi dan dikenal luas melalui berbagai merek obat, termasuk Benadryl.

Kasus ini mendorong Kantor Advokat Anak Connecticut (Office of the Child Advocate/OCA) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan penyimpanan obat di rumah. OCA menyatakan telah berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan Masyarakat setempat untuk membahas langkah-langkah pencegahan serta memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan terkait risiko penyalahgunaan obat tersebut.

Perhatian publik terhadap diphenhydramine juga meningkat seiring munculnya tren berbahaya di media sosial yang dikenal sebagai “Benadryl Challenge”. Tantangan ini mendorong remaja mengonsumsi obat dalam jumlah berlebihan untuk merekam efek yang ditimbulkan dan membagikannya secara online. Meski pihak berwenang belum dapat memastikan apakah ketiga kematian tersebut berkaitan langsung dengan tren tersebut, mereka mengingatkan bahwa remaja berpotensi menyalahgunakan obat yang mudah ditemukan di rumah.

“Kami ingin para orang tua memahami bahwa semua jenis obat, baik yang memerlukan resep maupun yang dijual bebas, berpotensi berbahaya bagi anak-anak dari segala usia,” tegas OCA dalam pernyataannya. Lembaga tersebut juga mengimbau agar seluruh obat disimpan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak.

Selain faktor keamanan obat, para pejabat kesehatan turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Menurut OCA, rata-rata 17 anak setiap hari datang ke unit gawat darurat di Connecticut karena tindakan menyakiti diri sendiri atau munculnya keinginan bunuh diri.

Sementara itu, Kenvue selaku produsen Benadryl menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa keselamatan pengguna merupakan prioritas utama dan menyebut tren media sosial yang mendorong penyalahgunaan diphenhydramine sebagai tindakan yang sangat berbahaya. Kenvue juga mengaku telah bekerja sama dengan berbagai platform media sosial untuk membantu menghapus konten berisiko tersebut.

Secara medis, penggunaan diphenhydramine dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, kelemahan otot, hingga hiperaktivitas pada anak. Dalam kondisi tertentu, overdosis dapat menyebabkan gangguan serius yang memerlukan penanganan medis darurat. Karena itu, para ahli mengingatkan agar penggunaan obat selalu sesuai petunjuk dan berada dalam pengawasan orang dewasa.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment