Jangan Anggap Sepele Gusi Berdarah, Bakteri Penyebab Penyakit Gusi Diduga Bisa Ganggu Kesehatan Jantung

21 Juli 2026 12:00
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Pemeriksaan gigi dan gusi secara rutin penting untuk mendeteksi penyakit periodontal sejak dini.

Sahabat.com - Menjaga kesehatan mulut ternyata tidak hanya penting untuk gigi dan gusi. Penelitian terbaru menemukan adanya kaitan antara penyakit gusi parah atau periodontitis dengan salah satu gangguan pada katup jantung yang dapat menghambat aliran darah ke seluruh tubuh.

Periodontitis merupakan penyakit peradangan serius yang dapat merusak jaringan dan tulang penyangga gigi. Saat gusi mengalami masalah, bakteri seperti Porphyromonas gingivalis atau *P. gingivalis* berpotensi masuk ke aliran darah dan menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Dalam penelitian yang dipresentasikan pada American Heart Association’s Basic Cardiovascular Sciences Scientific Sessions 2026, para peneliti menemukan bahwa paparan berulang bakteri P. gingivalis pada tikus menyebabkan bakteri menumpuk di katup aorta. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan pengapuran katup dan gejala stenosis katup aorta.

“Temuan kami menunjukkan bahwa paparan sistemik berulang terhadap P. gingivalis mungkin secara aktif berkontribusi terhadap perkembangan CAVS, bukan sekadar menjadi temuan yang kebetulan,” kata Chenyang Li, salah satu penulis penelitian.

Meski demikian, penelitian ini masih dilakukan pada hewan sehingga belum dapat membuktikan bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit katup jantung pada manusia. Para peneliti juga menegaskan bahwa hasil tersebut belum menjadi bukti penggunaan antibiotik untuk mencegah gangguan katup jantung.

Kardiolog Yu-Ming Ni mengatakan, temuan tersebut sejalan dengan pemahaman bahwa peradangan kronis akibat penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan jantung.

“Penyakit periodontal telah lama dikaitkan dengan risiko aterosklerosis yang lebih tinggi, terutama karena peradangan kronis,” ujar Ni.

Untuk menjaga kesehatan gusi, para ahli menyarankan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, membersihkan sela-sela gigi setiap hari, menggunakan obat kumur antibakteri, mengenali faktor risiko seperti merokok dan diabetes, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

“Penyakit periodontal merupakan penyakit peradangan kronis yang berdampak lebih dari sekadar mulut,” kata Ana Becil Giglio dari American Academy of Periodontology.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment