Sahabat.com - Bawang bombai ternyata bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan. Sayuran yang hampir selalu tersedia di dapur ini juga tengah mendapat perhatian karena potensinya dalam membantu menjaga kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause, tubuh dapat mengalami perubahan dalam cara menggunakan insulin. Penurunan hormon estrogen, berkurangnya massa otot, dan metabolisme yang melambat dapat membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, hingga diabetes tipe 2.
Kabar baiknya, perubahan kecil dalam pola makan bisa membantu menjaga kesehatan metabolisme. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal *BMC Medicine* menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak bawang bombai mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 sepanjang hidupnya.
Para peneliti menduga manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan flavonoid dalam bawang, termasuk quercetin. Senyawa alami ini diyakini dapat membantu tubuh mengatur insulin dengan lebih baik dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Menambahkan bawang bombai ke dalam menu harian juga cukup mudah. Bawang bisa ditumis sebagai dasar sup, semur, saus pasta, atau ditambahkan ke dalam salad, sandwich, telur, dan berbagai hidangan lainnya. Bawang merah, putih, kuning, maupun jenis manis juga dapat menjadi pilihan.
Meski demikian, mengonsumsi bawang bukan berarti dapat menggantikan pengobatan atau mencegah diabetes secara pasti. Pencegahan diabetes tetap perlu dilakukan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi orang berusia di atas 50 tahun, kombinasi kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, latihan kekuatan, serta memperbanyak makanan kaya nutrisi dapat membantu menjaga kadar gula darah dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
0 Komentar
Jangan Konsumsi Protein dalam Jumlah Sama Setiap Hari, Ini Rahasia Pemulihan Otot Setelah Olahraga
10 Negara Bagian AS dengan Usia Harapan Hidup Terpendek
Sikat Gigi Ternyata Bisa Jadi Sarang Kuman? Dokter Ungkap Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggantinya
Leave a comment