3 Dokter Kanker Ungkap Camilan Manis yang Justru Mereka Pilih, Bukan Soda

21 Juli 2026 17:03
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Cokelat hitam dan buah dapat menjadi pilihan camilan manis yang lebih bernutrisi.

Sahabat.com - Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis kerap dikaitkan dengan risiko kanker. Namun, tiga dokter kanker mengingatkan bahwa tidak semua gula harus ditakuti. Menurut mereka, perhatian utama sebaiknya diberikan pada jenis gula yang dikonsumsi secara rutin, terutama dari minuman manis seperti soda, minuman energi, teh manis, jus buah kemasan, hingga kopi dengan tambahan pemanis.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ terhadap lebih dari 101.000 orang menemukan bahwa setiap tambahan konsumsi 100 mililiter minuman berpemanis per hari berkaitan dengan peningkatan risiko kanker secara keseluruhan sebesar 18 persen. Meski penelitian tersebut bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat, hasilnya menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan asupan minuman sehari-hari.

“Mengonsumsi gula tidak secara langsung ‘memberi makan’ tumor seperti yang sering dikatakan. Sel kanker memang sering memetabolisme glukosa lebih cepat dibandingkan sel normal, tetapi hal ini tidak berarti bahwa mengonsumsi gula secara langsung memicu pertumbuhan tumor,” kata Nathan Handley, dokter sekaligus direktur Integrative Cancer Recovery Program di Jefferson Health.

Menurut Dillon Cason, dokter hematologi-onkologi, konsumsi gula berlebihan yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan menjadi perhatian yang lebih besar. Obesitas dapat memicu peradangan kronis dan dikaitkan dengan sejumlah jenis kanker.

Handley mengatakan, “Minuman-minuman tersebut merupakan sumber tunggal terbesar gula tambahan dalam pola makan masyarakat Amerika dan secara konsisten paling sering dikaitkan dengan risiko kanker dalam berbagai penelitian populasi. Satu kaleng soda mengandung sekitar 10 sendok teh gula, tanpa serat dan tidak memberikan rasa kenyang.”

Lalu, apa pilihan makanan manis para dokter kanker ketika ingin menikmati camilan? Jawabannya adalah buah. Tingting Tan memilih buah persik dengan pistachio, sementara Handley dan Cason menyukai buah beri serta cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70 persen.

Buah menawarkan rasa manis sekaligus serat, air, dan berbagai mikronutrien. Tan juga menegaskan bahwa menjalani pola makan sehat tidak berarti harus menghapus makanan penutup sepenuhnya.

“Sebagian besar dari kita sesekali menginginkan sesuatu yang manis. Saya juga begitu. Saya tidak percaya seseorang harus berhenti makan makanan penutup selamanya hanya untuk hidup sehat,” ujar Tan.

Karena itu, jika ingin mengurangi gula, langkah sederhana bisa dimulai dengan mengurangi minuman manis yang sering dikonsumsi tanpa disadari. Sebagai gantinya, siapkan buah, kacang-kacangan, atau cokelat hitam saat keinginan makan manis muncul.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment